Bagai pisau bermata dua, era 4.0 (baca; four point zero) satu sisi memberikan layanan informasi yang murah dan dapat dinikmati oleh seluruh lapisan, tetapi pada sisi lain juga menyebabkan disrupsi, disinformasi, hoaks yang semakin meningkat.
Memasuki bulan Desember, kontestasi elektoral pilkada 2020 tambah dinamis. Saat mengisi di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim, Senin kemarin (30/11), Ketua Bawaslu Jatim, Moh Amin mengingatkan 8 potensi dugaan pelanggaran yang bisa saja terjadi jelang pemungutan suara.
Sebagai lembaga negara nonstruktural, Bawaslu harus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Koordinator Divisi Hubungan Masyarakat Bawaslu Jatim, Nur Elya Anggraini mendorong pengawas pemilu di 38 Kabupaten/Kota menjemput perubahan untuk memberikan informasi kepada publik.
Ikhtiar untuk menjaga kesehatan terus dilakukan oleh pengawas pemilu. Perwujudan itu, Minggu Pagi (29/11) Ketua Bawaslu Jatim, Moh Amin meresmikan secara simbolik Jaringan Keluarga Pesepeda Bawaslu (Jaga Pemilu) yang ditandai dengan pelepasan rombongan peserta untuk gowes.
48 pulau berpenghuni dari 127 pulau di Sumenep akan mengikuti pemungutan suara, 09 Desember 2020. Cerita demokrasi di pulau adalah tentang laut, jarak, dan akses internet. Bagaimana pengawas pilkada berjuang menjaga kualitas demokrasi? Berikut reportasenya.