15 Agustus 2020, genap 2 tahun usia Bawaslu Kabupaten/Kota se-Indonesia sebagai lembaga permanen setelah sebelumnya ad hoc. Selama dua tahun, terjadi dinamika pengawasan, ejawantah kewenanangan dengan segala tantangan, dan demokrasi yang semakin dewasa.
“Saya tes swab sampai 4 kali. Yang ke 3 dan 4 baru negatif dan dinyatakan sembuh,†sambil memakai masker hitam, perempuan itu memulai kisahnya. Sebagai pengawas pemilu ia sadar untuk berada di garda terdepan menjaga kualitas pilkada.
Tantangan tahapan pilkada dengan metode tatap muka dan juga menggunakan metode dalam jaringan (daring) adalah sampainya teknis penyelenggaraan yang utuh dari hulu ke hilir. Dari Bawaslu RI sampai ke tingkat Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS).