Identifikasi dini perlu dilakukan untuk mencegah gesekan yang lebih besar. Untuk itulah, Bawaslu Kota Probolinggo petakan potensi sengketa pemilu dan pilkada 2024, Selasa (23/11/2021).
Bawaslu se-Jatim melakukan pengawasan terhadap pemutakhiran data pemilih berkelanjutan dari Januari sampai Oktober 2021. Hasilnya terdapat 30.817.600 pemilih dengan 15.169.141 laki-laki dan 15.648.459 perempuan se-Jawa Timur.
Sekretaris Jenderal Bawaslu, Gunawan Suswantoro mengungkapkan bahwa tantangan pemilu dan pilkada 2024 cukup kompleks. Ia menganalisa bila penyelenggara di tingkat Kabupaten/Kota akan menerima beban paling berat.
Anggota Komisi 2 DPR RI, Arif Wibowo, mengapresiasi pelaksanaan Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) Bawaslu. Hal itu disampaikan Arif, saat acara Sosialisasi Hasil Pengawasan Pilkada Serentak Tahun 2020, di Jember (Sabtu, 20/11).
Memasuki seri ke-3, Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu se-Jawa Timur mengulas tentang penanganan pelanggaran kode etik. Anggota Bawaslu Jatim, Muh Ikwanudin Alfianto menuturkan perlunya standar kode etik dan sanksi yang jelas bagi penyelenggara pemilu.