Berita bohong muncul dengan banyak wujud dan menyasar secara acak. Anggota Bawaslu Jatim, Nur Elya Anggraini mengajak santri Nurul Jadid Paiton Probolinggo untuk ambil peran dengan memberikan kontranarasi apabila menemukan hoaks tentang pemilu.
Pendidikan politik sejak dini perlu diberikan agar pemilih pemula bisa mengetahui posisi dan peran dalam pengawasan partisipatif. Untuk itulah Bawaslu Kota Blitar berikan edukasi pemilu pada pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Katolik Santo Yusup, Kota Blitar, Selasa (02/11/2021).
Organisasi maju adalah ketika kinerja, strategi dan pengendalian internal telah berjalan baik. Untuk itulah, Bawaslu Jatim selenggarakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan program serta sistem pengendalian internal untuk Bawaslu se-Jatim, di Surabaya pada Kamis (28/10/2021).
Gayung bersambut. Jika selama ini Bawaslu yang berinisiatif menguatkan pendidikan politik, kini itikad itu malah datang dari senat mahasiswa (SEMA) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang yang melibatkan Bawaslu dalam proses demokrasi di kampus. Menariknya lagi, tidak hanya wacana.