Lompat ke isi utama

Berita

Perkuat Sinergi Akademik, Bawaslu Jatim Terima Kunjungan Monitoring dan Evaluasi MBKM Universitas Brawijaya

Bawaslu Jatim Terima Kunjungan Universitas Brawijaya

Anggota Bawaslu Jatim, Eka Rahmawati (tengah, baju kuning) dan Dewita Hayu Shinta (tengah, berkerudung) saat menerima kunjungan dari Universitas Brawijaya, pada Senin, 4 Mei 2026

Surabaya - Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Jawa Timur menerima kunjungan dari Universitas Brawijaya dalam rangka monitoring dan evaluasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), sekaligus menindaklanjuti kerja sama kelembagaan yang telah terjalin.

Kunjungan ini dihadiri oleh Koordinator Divisi Hukum dan Diklat Bawaslu Jatim, Dewita Hayu Shinta, Kaprodi Ilmu Politik Universitas Brawijaya, jajaran dosen, serta mahasiswa peserta magang. Pertemuan berlangsung dalam suasana dialogis dengan fokus pada penguatan kolaborasi antara dunia akademik dan lembaga pengawas Pemilu dalam mendukung pengembangan kapasitas mahasiswa di bidang politik dan demokrasi.

Koordinator Divisi Pencegahan dan Parmas Bawaslu Jawa Timur, Eka Rahmawati, menyampaikan bahwa Bawaslu Jatim menyambut baik kehadiran mahasiswa sebagai bagian dari ruang belajar yang lebih luas, tidak sekadar aktivitas magang administratif. Ia menegaskan bahwa hal ini adalah momen baik untuk membentuk ruang diskusi banyak hal, tidak hanya magang tetapi program-program lain untuk menajamkan proyek kerja sama.

Eka juga menekankan bahwa Bawaslu Jatim berkomitmen menghadirkan pengalaman belajar yang terukur dan berdampak.

“Program magang MBKM dikonversi menjadi 20 SKS, karena ini merupakan proses belajar akademik, maka Bawaslu perlu mengembangkan alat ukur agar mahasiswa magang dapat mencapai tujuan akademiknya, salah satu alat ukur dari hal tersebut adalah dengan menulis jurnal atau karya tulis ilmiah.”  ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pengelolaan magang diarahkan untuk menghasilkan produk yang relevan secara akademik. Mahasiswa didorong untuk memanfaatkan data dan dinamika pengawasan Pemilu sebagai bahan analisis ilmiah.

Dari sisi akademik, perwakilan Universitas Brawijaya, Kaprodi Ilmu Politik, Fajar Ramadhan, juga menyampaikan bahwa program MBKM diarahkan untuk menghasilkan output konkret berupa laporan dan publikasi ilmiah. Ia menilai Bawaslu sebagai mitra strategis dalam mendukung hal tersebut.

“Kami bisa bersyukur jika Bawaslu juga mendorong dalam pembuatan jurnal. Bahkan jika memungkinkan, mahasiswa penulis pertama, Bawaslu bisa menjadi penulis kedua, dosen pembimbing menjadi penulis ketiga dan sebagainya,” ungkapnya.

Fajar juga menyoroti pentingnya pemanfaatan data yang tersedia selama magang. Menurutnya, sayang sekali jika belajar di sini tidak memanfaatkan data-data yang ada karena dapat menjadi bahan yang sangat kuat untuk publikasi maupun skripsi.

Dalam diskusi tersebut, kedua pihak juga membahas penyelarasan sistem penilaian magang agar selaras antara kebutuhan akademik kampus dan standar mitra. Penilaian tidak hanya mencakup aspek akademik, tetapi juga kedisiplinan, sikap, serta kemampuan mahasiswa dalam menjalankan tugas di lingkungan kerja.

Selain itu, muncul gagasan untuk mengembangkan kurikulum kolaboratif sebagai upaya standarisasi pembelajaran magang. Namun demikian, Bawaslu Jatim menilai bahwa pendekatan tersebut perlu disesuaikan dengan karakteristik masing-masing divisi agar tetap kontekstual dan aplikatif.

Bawaslu Jatim juga menegaskan perannya sebagai ruang strategis bagi mahasiswa untuk memahami praktik demokrasi secara langsung. Tidak hanya itu, mahasiswa juga memperoleh akses jejaring dan pengalaman lapangan yang dapat mendukung pengembangan riset dan kapasitas akademik mereka.

Ke depan, sinergi antara Bawaslu Jawa Timur dan Universitas Brawijaya diharapkan semakin kuat melalui pengembangan riset kolaboratif, publikasi bersama, serta inovasi di bidang pengawasan Pemilu. Inisiatif pengembangan desa demokrasi dan pemanfaatan teknologi pengawasan juga menjadi bagian dari arah kerja sama yang akan dikembangkan secara berkelanjutan.

Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kemitraan antara Bawaslu dan perguruan tinggi dalam mencetak sumber daya manusia yang kritis, adaptif, dan berintegritas dalam menjaga kualitas demokrasi di Indonesia.

Penulis: Karina

Fotografer: Peter

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle