Orientasi Gelombang I Lancar, Bawaslu Jatim Bekali PPPK Penguatan Kompetensi
|
Bawaslu Provinsi Jawa Timur melalui Sub Bagian Sumber Daya Manusia dan Umum (SDM dan Umum) telah sukses menyelenggarakan Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Gelombang I yang berlangsung pada 6 hingga 15 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Bawaslu Jawa Timur dalam membekali PPPK yang baru bergabung agar memahami tugas, fungsi, nilai organisasi, serta budaya kerja di lingkungan Bawaslu.
Orientasi dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting dan diikuti oleh PPPK Bawaslu Kabupaten/Kota se-Jawa Timur.
Selama pelaksanaan kegiatan, peserta memperoleh berbagai materi yang disampaikan oleh pimpinan Bawaslu Provinsi Jawa Timur, para kepala bagian di lingkungan Sekretariat Bawaslu Provinsi Jawa Timur, kepala sekretariat Bawaslu Kabupaten/Kota, serta pejabat fungsional Bawaslu Provinsi Jawa Timur.
Sub Koordinator SDM dan Umum (SDMU) Bawaslu Provinsi Jawa Timur, Rifdah, mengatakan bahwa orientasi merupakan tahapan penting bagi PPPK untuk mengenal organisasi sekaligus membangun kesiapan dalam melaksanakan tugas sebagai aparatur Bawaslu.
"Orientasi ini tidak hanya memberikan pemahaman mengenai struktur organisasi dan tugas pokok Bawaslu, tetapi juga menanamkan nilai-nilai profesionalisme, integritas, serta budaya kerja yang harus dipegang oleh setiap PPPK. Harapannya, seluruh peserta dapat segera beradaptasi dan memberikan kontribusi terbaik dalam mendukung pelaksanaan tugas pengawasan pemilu dan pemilihan," ujar Rifdah.
Beragam materi yang diberikan dirancang untuk memberikan pemahaman menyeluruh mengenai tugas kelembagaan, tata kelola organisasi, administrasi pemerintahan, hingga penguatan profesionalisme aparatur. Dengan demikian, para peserta diharapkan mampu menjalankan tugas secara optimal sesuai dengan nilai-nilai dasar Aparatur Sipil Negara dan prinsip kerja Bawaslu.
Pelaksanaan orientasi berlangsung dengan lancar, tertib, dan kondusif. Untuk memastikan proses pembelajaran berjalan efektif, peserta dibagi ke dalam dua kelas besar. Masing-masing kelas didampingi oleh fasilitator serta pengawas peserta orientasi yang bertugas mengawal jalannya kegiatan, memantau kehadiran, serta memastikan peserta mengikuti seluruh rangkaian materi sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.
Menurut Rifdah, pembagian peserta ke dalam dua kelas besar merupakan strategi untuk menjaga efektivitas proses pembelajaran selama orientasi berlangsung.
"Dengan adanya fasilitator dan pengawas di setiap kelas, proses pembelajaran dapat berjalan lebih tertib, interaktif, serta memastikan seluruh peserta mengikuti setiap sesi orientasi dengan optimal," tambahnya.
Rifdah menyampaikan apresiasi kepada seluruh narasumber, panitia, fasilitator, serta peserta yang telah mengikuti kegiatan dengan baik. Ia berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama orientasi dapat menjadi bekal dalam menjalankan tugas di unit kerja masing-masing.
"Kami berharap seluruh peserta mampu mengimplementasikan materi yang telah diterima selama orientasi dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Dengan bekal tersebut, PPPK Bawaslu diharapkan dapat bekerja secara profesional, berintegritas, serta memberikan pelayanan terbaik dalam mendukung penguatan kelembagaan Bawaslu," pungkas Rifdah.
Penulis: Acik