Lompat ke isi utama

Berita

Ngabuburit Pengawasan di Jatim, Totok Dorong Pengawas Pemilu Aktif Konsolidasi Demokrasi

Ngabuburit Pengawasan di Jatim

Anggota Bawaslu, Totok Hariyono (baju hitam dan pegang mik) saat mengisi Ngabuburit Pengawasan di Bawaslu Jatim, pada Rabu, 11 Maret 2026

Anggota Bawaslu, Totok Hariyono mendorong pengawas pemilu se-Jawa Timur untuk memperkuat konsolidasi demokrasi besama dengan rakyat. Hal ini ia sampaikan saat mengisi Ngabuburit Pengawasan di Jatim, Rabu, 11 Maret 2026.

”Demokrasi ini punya semua. Seluruh pihak, khususnya pengawas pemilu harus aktif dalam melakukan konsolidasi demokrasi. Hal ini agar narasi tentang demokrasi berasal dari rakyat. Tidak hanya menjadi wacana elit semata,” ungkapnya

Menurut Totok, konsolidasi demokrasi membutuhkan konsistensi.

“Kalau setiap saya bertemu dengan satu orang tiap hari untuk berdiskusi tentang demokrasi, maka kita akan bertemu dengan setidaknya 30 orang dalam satu bulan. Kita diskusi dan memberikan kesadaran tentang demokrasi pada masyarakat,” ungkapnya

Dengan pola tersebut, menurutnya, kesadaran demokrasi akan tumbuh secara bertahap. Jika setiap orang melakukan hal serupa, maka akan semakin banyak masyarakat yang memahami nilai demokrasi.

“Artinya kalau ada 30 orang yang melakukan hal itu tiap hari, maka ada 30 orang yang sadar demokrasi,” tambahnya.

Mantan Anggota Bawaslu Jatim itu selalu mengingatkan latar belakang pengawas pemilu sebagai aktivis.

“Rata-rata pengawas pemilu itu adalah aktivis. Stylenya aktivis, kerjanya adalah konsolidasi demokrasi, bukan pejabat. Kerja demokrasi itu soal ngomong. Modalnya dua: mulut dan literasi,” ungkapnya

Totok berharap melalui konsolidasi ini diharapkan kesadaran demokrasi di tengah masyarakat semakin baik dan bergerak bersama untuk mengawal jalannya pemerintahan.

Penulis: Ach. Taufiqil Aziz

Fotografer: Krisna Andika Tama

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle