Endah Apresiasi Sosialisasi PPKS Bawaslu Surabaya, Dorong Jadi Percontohan Kab/Kota di Jatim
|
Upaya menciptakan lingkungan kerja yang aman dan bebas dari kekerasan seksual terus diperkuat jajaran Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Kali ini, Bawaslu Kota Surabaya menggelar sosialisasi terkait Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) sebagai bentuk komitmen membangun lembaga yang sehat dan berintegritas.
Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Timur, Dwi Endah Prasetyowati memberikan apresiasi tinggi terhadap pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) PPKS di Bawaslu Kota Surabaya. Menurutnya, langkah berani bekerja sama dengan pihak eksternal ini patut menjadi contoh bagi Bawaslu Kabupaten/Kota lainnya di Jawa Timur.
Dalam sambutannya, Endah menegaskan bahwa penghapusan kekerasan seksual bukanlah sebuah pilihan, melainkan kewajiban internal organisasi. Ia menilai seluruh jajaran pengawas pemilu harus memiliki kesadaran bersama untuk menciptakan ruang kerja yang aman, nyaman, dan setara bagi seluruh pegawai.
Beliau juga menyoroti urgensi perlindungan anak selama tahapan kampanye pemilu maupun pemilihan. Fenomena pelibatan anak dalam aktivitas politik praktis, menurutnya, masih sering ditemukan sehingga komitmen pimpinan sangat krusial untuk mengawal hak-hak anak dan memberikan rasa aman di lingkungan kerja.
“Perlindungan terhadap perempuan dan anak harus menjadi perhatian bersama. Lingkungan kerja yang sehat akan mendukung lahirnya pengawasan pemilu yang berintegritas,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Kota Surabaya, Novli Bernado Thyssen, dalam sambutannya menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari “ikhtiar bersama” untuk mewujudkan lembaga penyelenggara pemilu yang sehat.
Novli menekankan bahwa integritas lembaga tidak hanya diukur dari kinerja pengawasan di lapangan, tetapi juga dari kondisi internal yang bebas dari persoalan moral maupun kekerasan.
“Kami ingin memastikan bahwa lingkungan kerja di Bawaslu Kota Surabaya benar-benar aman dan nyaman bagi semua. Karena itu, kegiatan ini tidak akan berhenti pada seremoni semata, melainkan akan berlanjut pada langkah-langkah konkret,” tegasnya.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, Bawaslu Surabaya berharap kesadaran terkait pencegahan kekerasan seksual semakin meningkat serta mampu memperkuat budaya kerja yang profesional, inklusif, dan berintegritas di lingkungan pengawas pemilu.
Penulis: Ach. Taufiqil Aziz