Belajar Demokrasi dari Dalam: Kesan Mendalam Alya Selama Magang di Bawaslu Jatim
|
Pengalaman magang kerap menjadi titik balik bagi mahasiswa dalam memahami dunia kerja sesungguhnya. Itulah yang dirasakan Alya, mahasiswi Universitas Brawijaya (UB), usai menjalani program magang di Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Jawa Timur, pada Kamis, 4 Juni 2026.
Selama masa magangnya, Alya ditempatkan di Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat (PPM), salah satu divisi kunci yang bertugas mencegah pelanggaran pemilu sekaligus mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam proses pengawasan.
Salah satu momen yang paling berkesan bagi Alya adalah keterlibatannya dalam program Pojok Pengawasan Digital. Salah satu nisiatif Bawaslu Jawa Timur sebagai ruang edukasi publik yang mempertemukan lembaga dengan masyarakat secara langsung.
“Jadi ada titik temu antara publik dengan Bawaslu di Pojok Pengawasan,” ungkapnya
Tak kalah berharganya, Alya mendapat pembekalan tentang isu gender dan inklusivitas, termasuk pengenalan Pokja PPKS (Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual) yang berperan aktif membangun budaya kerja yang aman dan bermartabat di internal Bawaslu Jawa Timur.
”Tentang PPKS ini memang di luar ekpektasi saya. Luar biasa. Pengalaman mengikuti PPKS ini membuka perspektif bahwa demokrasi yang sehat harus dibangun di atas fondasi kesetaraan dan rasa aman bagi semua pihak,” ungkapnya
Dari pengalaman selama magang, Alya berharap dapat memiliki peran penting dalam mengawal demorkasi.
”Setiap warga negara. Termasuk Gen Z harus memiliki peran nyata dalam mengawal demokrasi Indonesia. Terima kasih Bawaslu Jatim,” pungkasnya
Penulis: Acik
Fotografer: Peter