Pilkada di Jawa Timur tersebar di 19 Kabupaten/Kota. 19 lainnya tidak menyelenggarakan Pilkada. Namun meski tidak menyelenggarakan Pilkada, tidak menutup kemungkinan akan menjadi tempat praktek kotor dalam dinamika politik lokal.
Sebagai virus baru yang dinyatakan sebagai pandemi oleh organisasi kesehatan dunia (WHO), corona juga tidak luput dari kewaspadaan dan pencegahan persebaran yang akan dilakukan oleh Bawaslu Jatim.
Sebanyak 4.789 Pengawas Kelurahan/Desa (PKD) di 19 Kabupaten/Kota se-Jawa Timur yang akan menggelar Pilkada pada 23 September 2020 mendatang telah resmi dilantik. Ketua Bawaslu Jawa Timur, Moh Amin, menyampaikan selamat dan sukses atas pelantikan dan pengambilan sumpah itu.
Barangkali tidak banyak yang memikirkan bagaimana Covid-19 atau yang dikenal public sebagai virus corona bekerja mempengaruhi tahapan pilkada 2020. Tapi tidak bagi Anggota Bawaslu, Mohammad Afifuddin.
Kamis (12/03) Berdasarkan hasil penelitian dari Edward Aspinall dan Ward Berenschot, bahwa oknum birokrasi di Indonesia diduga memiliki keterlibatan sebagai tim sukses dalam perhelatan Pilkada.