Lompat ke isi utama

Berita

Wujudkan Ruang Kerja Setara, Bawaslu Jatim Cegah Kekerasan Seksual

Ketua Bawaslu Jatim, A. Warits saat PPKS.

Ketua Bawaslu Jatim, A. Warits (bawah dan pojok) saat memberikan sambutan dalam acara diskusi daring Ruang Setara, pada Selasa, 5 Mei 2026

Badan Pengawas Pemilu Provinsi Jawa Timur (Bawaslu Jatim) terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan berkeadilan melalui upaya pencegahan kekerasan seksual di tempat kerja. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan diskusi bertajuk “Ruang Kerja Setara: Memahami Kekerasan Seksual dari Kacamata Gender”, pada Selasa, 5 Mei 2026

Kerja Bawaslu Jatim, A. Warits menyampaikan bahwa ruang kerja setara bukan pilihan, tetapi keniscayaan untuk mewujudkan organisasi yang beradab, karena setiap manusia memiliki martabat yang harus dijaga.

”Perlindungan terhadap setiap individu di lingkungan kerja menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen di Bawaslu,” ungkapnya

Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa kekerasan seksual dan ketidaksetaraan lahir dari beberapa faktor utama, yaitu sistem feodal atau relasi kuasa yang timpang, insting manusia yang berpotensi menjadikan orang lain sebagai objek, serta budaya bungkam di lingkungan kerja. Kondisi tersebut, menurutnya, harus diurai secara sistematis agar tidak terus berulang.

”Penting bagi kita untuk menerapkan langkah preventif yang terstruktur dan sistem yang kuat melalui pendidikan, literasi, serta penguatan kapasitas individu agar mengendalikan perilaku dan membangun kesadaran kolektif," ungkapnya

Menurut Warits, pencegahan tidak bisa diserahkan pada aturan semata. Ia harus dibangun secara sadar, terstruktur, dan berkelanjutan—melalui pendidikan, literasi, serta penguatan kapasitas individu agar setiap orang mampu mengendalikan perilakunya. Namun lebih dari itu, pencegahan harus menjelma menjadi budaya kerja: hidup dalam kebiasaan, tumbuh dalam kesadaran kolektif, dan menjadi roh dalam setiap keputusan yang diambil.

Alumni Pondok Pesantren Tebuireng ini menegaskan bahwa ruang kerja setara bukan soal laki-laki atau perempuan, tetapi tentang penghormatan terhadap martabat manusia dalam organisasi.

”Oleh karena itu, pendekatan yang digunakan harus inklusif dan berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan,” ungkapnya

Warits berharap lewat dikusi yang dilakukan bagi seluruh Bawaslu Kabupaten/Kota se-Jawa Timur ini dapat menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan komitmen bersama dalam membangun lingkungan kerja yang sehat, menjunjung tinggi etika, saling menghormati, serta bebas dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi.

Penulis: Ach. Taufiqil Aziz

Fotografer: Citra Saktian

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle