Rusmifarizal Rustam, Dari Minang untuk Pengawasan Pemilu di Jatim
|
Sosok lain sebagai Anggota Bawaslu Jatim yang dilantik untuk periode 2022-2027 adalah Rusmifarizal Rustam. Pria kelahiran Kota Padang Sumatera Barat 51 tahun yang lalu ini pernah kuliah di Universitas Andalas dan Fakultas Hukum Universitas Jember dari 1992-1998. Selama kuliah, Rusmi, panggilan akrabnya adalah aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI).
Mantan aktivis Fordem Jakarta pada 1994-1998 ini mengaku mengidolakan Soekarno dan Gus Dur.
"Saya pengagum Bung Karno dan Gus Dur. Saya senang baca buku dan hobi nonton Bola Dunia. Liverpool klub idola saya," ungkapnya.
Rusmi memiliki kenangan tersendiri dengan Gus Dur.
"Tahun 1996 saya pernah mengantar Gus Dur dalam satu mobil dari Jember ke Bali untuk menghadiri acara diskusi dengan tokoh-tokoh agama Hindu di Denpasar setelah mengikuti acara di Jember," kenangnya.
Penyuka Sup Konro, Rawon dan Rendang ini mengaku tertarik pada dunia kepemiluan setelah reformasi.
"Saya tertarik untuk berkecimpung di dalam dunia kepemiluan pada saat pasca reformasi," ungkapnya.
Ketertarikan inilah yang membuatnya mulai aktif sebagai Komisioner KPU Kota Malang dan Bawaslu Kota Malang pada periode 2018-2023.
"Tanggal 18 Agustus 2018 lalu saya dilantik sebagai Anggota Bawaslu Kota Malang. Tugas saya saat itu langsung mengawasi Pemilu 2019," ungkapnya.
Dalam materi uji kelayakan rekrutmen Anggota Bawaslu Provinsi periode 2022-2027, mantan pengurus Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kota Malang ini menggagas tentang pentingnya memaksimalkan pengawasan dan pencegahan untuk meminimalisir pelanggaran pemilu.
"Misi yang hendak saya lakukan adalah melanjutkan program Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif (SKPP), penguatan kapasitas pengawas pemilu ad hoc, penguatan literasi digital, patroli pengawasan, hingga mengajak tokoh agama dan masyarakat dalam menangkal hoaks," pungkasnya.