Lebih Mengenal Ely, Petahana yang Menggagas Mahadata dan Pengawasan Berbasis Geospasial
|
Selain A. Warits yang dilantik sebagai Anggota Bawaslu Jatim pada 21 September 2022 lalu, juga terdapat petahana yang kembali dikukuhkan. Adalah Nur Elya Anggraini, perempuan kelahiran Bangkalan 13 Januari 1983.
Ely bukan orang baru di dunia pengawas pemilu. Sebelum menjadi Anggota Bawaslu Jatim pada 2018-2023, sebelumnya Ely pernah menjadi Panitia Pengawas Pemilihan Kabupaten (Panwaskab) Jember.
Saat uji kelayakan pada seleksi 2022-2027 salah satu gagasan penting yang Ely sampaikan adalah tentang mahadata dan pengawasan berbasis geospasial.
"Visi saya adalah menjadikan Bawaslu Jatim sebagai pemilu yang terpercaya. Misinya adalah perlunya mahadata dan pengawasan berbasis geospasial," ungkapnya.
Menurut Ely, data perlu dikoneksikan dengan baik menjadi mahadata yang utuh.
"Kita punya indeks kerawanan pemilu, laporan pengawasan, pencegahan dan penyelesaian sengketa. Kita perlu mengkoneksikan antar data ini dalam satu mahadata yang nanti bisa memudahkan publik agar mengakses tentang apa yang dilakukan," jelasnya.
Sementara soal Geospasial, Ely menggagas perlunya hasil pengawasan yang real time.
"Bawaslu Jatim memiliki 38 Kabupaten/Kota dengan 666 Kecamatan, 8496 desa, dan pada Pemilu 2019 lalu memiliki 130.010 Tempat Pemungutan Suara (TPS) 130. Dengan Geospasial saya berharap nanti pengawasan kita akan cepat dan tepat," pungkasnya.