Lompat ke isi utama

Berita

Konsolidasi Demokrasi, Bawaslu Jatim Terima Silaturrahim Kebangsaan DPW PKS

Silaturrahim Kebangsaan dengan PKS

Anggota Bawaslu Jatim, Eka Rahmawati (jas hitam), Rusmifahrizal Rustam (baju hitam), dan Anwar Noris (baju biru) saat menerima silaturrahim kebangsaan dari DPW PKS Jatim, pada Rabu, 20 Mei 2026 di Kantor Bawaslu Jatim

Surabaya – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Timur melakukan silaturrahim kebangsaan dengan jajaran Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Timur, pada Rabu (20/5/2026). Pertemuan yang berlangsung di kantor Bawaslu Jatim ini membahas konsolidasi demokrasi dan kolaborasi dalam mengawal pemilu mendatang.

Ketua DPW PKS Jawa Timur, Bagus Prasetia Lelana, menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari upaya membangun komunikasi dengan penyelenggara pemilu.

"Kami pengurus periode 2025-2030 ingin menyampaikan bagaimana ke depan produk yang berkaitan dengan sistem pemilu bisa berkolaborasi untuk mengawal jalannya pemilu yang akan datang dengan tertib tanpa konflik," ujarnya.

Rombongan PKS yang terdiri dari sembilan orang, termasuk Sekretaris Muhamad Syadid dan sejumlah pengurus bidang, diterima langsung oleh Anggota Bawaslu Jatim, Anwar Noris, Eka Rahmawati, Rusmifahrizal Rustam, didampingi oleh Kepala Bagian Pengawasan, Lesmana beserta sekretariat.

Anggota Bawaslu Jatim, Anwar Noris mengapresiasi inisiatif PKS dan menyebut partai tersebut sebagai partai yang solid. "Partai politik adalah salah satu elemen paling penting sebagai ujung tombak untuk memastikan proses demokrasi berjalan dengan baik. Kami berharap komunikasi yang sudah terjalin ini dipelihara dan dijaga dengan baik," katanya.

Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran (PP) ini juga mengajak partai politik untuk proaktif berdiskusi sebelum terjadi pelanggaran.

"Harapan besar kami ada gerakan aktif partai politik berdiskusi dengan kita tentang bagaimana seharusnya partai politik mendapatkan suara tapi tidak melanggar undang-undang," jelasnya.

Sementara itu, Anggota Bawaslu Jatim, Eka Rahmawati menyoroti berbagai isu terkait persiapan pemilu 2029 yang masih menunggu pembahasan regulasi. "Pasca putusan MK memang banyak hal yang harus diadjust terkait pilkada, pemilu nasional, dan lain sebagainya," ungkapnya.

Eka menegaskan tugas Bawaslu tidak hanya melakukan pengawasan, tetapi juga menghadirkan keadilan substantif untuk semua pihak dalam ekosistem pemilu.

"Keadilan harus hadir mulai dari tahapan paling awal hingga proses pemungutan suara. Salah satu yang kami kawal saat ini adalah pemutakhiran data pemilih berkelanjutan (DPB)," tambahnya.

Sementara Anggota Bawaslu Jatim, Rusmifahrizal Rustam juga menyampaikan harapannya agar peran Bawaslu diperkuat dalam pemilu mendatang. "Untuk penyelenggara pemilu, Bawaslu lebih diperkuat peranannya," ujarnya.

Menanggapi berbagai pembahasan, Bagus Lelana menegaskan kesiapan DPW PKS Jawa Timur menghadapi sistem pemilu apapun. "Setiap keputusan berada di pusat. Kami di Jawa Timur siap atas sistem pemilu yang diputuskan,” tambahnya

Dalam pertemuan tersebut juga dibahas pengalaman PKS dalam penanganan sengketa pemilu, pentingnya peran saksi partai di setiap TPS, serta harapan PKS agar Bawaslu Jatim dapat menguatkan proses demokrasi di Jawa Timur.

Penulis: Ach. Taufiqil Aziz

Fotografer: Krisna

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle