Kawal Pemilih Pemula, Bawaslu Jatim Audiensi Dinas Pendidikan Jatim
|
Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Jawa Timur melakukan audiensi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur guna memperoleh data peserta didik yang telah memenuhi syarat sebagai pemilih, khususnya peserta didik yang telah berusia 17 tahun atau lebih dalam pemutakhiran data pemilih berjelanjutan (PDPB) . Pertemuan tersebut berlangsung pada Kamis (6/8/2026) di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Surabaya.
Kepala Bagian Pengawasan Bawaslu Provinsi Jawa Timur, Lesmana, menyampaikan bahwa audiensi tersebut merupakan bagian dari upaya pencegahan yang dilakukan Bawaslu dalam pelaksanaan pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Semester II Tahun 2026.
"Koordinasi ini merupakan tindak lanjut atas kerja sama antara Bawaslu dan Dinas Pendidikan. Dalam konteks data pemilih, Dinas Pendidikan memiliki data peserta didik yang telah berusia 17 tahun atau lebih. Data tersebut berpotensi menjadi sumber informasi mengenai pemilih pemula dalam pelaksanaan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Semester II Tahun 2026," kata Lesmana.
Dalam audiensi tersebut, tim Bawaslu Jawa Timur diterima oleh Bagian Program dan Perencanaan Dinas Pendidikan Jawa Timur, Hieka Wahyudi,
Data Pemilih Pemula 38 Kabupaten/Kota
Lesmana menyampaikan, dalam audiensi tersebut Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur telah menyerahkan data peserta didik berusia 17 tahun atau lebih yang tersebar di 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur. Meliputi nama lengkap, tanggal lahir, usia hingga nama sekolah peserta didik.
"Data tersebut selanjutnya akan dikoordinasikan dengan Bawaslu kabupaten/kota untuk dilakukan uji petik sebagai upaya memastikan akurasi data dalam pelaksanaan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB)," ujar Lesmana.
Sosialisasi Pengawasan Partisipatif di Sekolah
Selain pertukaran data pemilih, audiensi juga membahas rencana Bawaslu Jawa Timur untuk melaksanakan sosialisasi pengawasan partisipatif pemilu di lingkungan sekolah.
Ia berharap sinergi antara Bawaslu dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dapat terus berlanjut, tidak hanya data Pemilih, tetapi juga dalam penguatan pendidikan demokrasi bagi peserta didik sejak di bangku sekolah.
"peserta didik adalah kelompok strategis. Mereka perlu mendapat pemahaman yang benar tentang hak pilih dan pentingnya partisipasi aktif dalam mengawasi jalannya pemilu," ujarnya.
Penulis: Acik