Hari Santri, Bawaslu Probolinggo Pakai Sarung saat Tes Wawancara Panwascam
|
Semarak hari santri tahun 2022 dirayakan oleh segenap kalangan. Salah satunya Ketua dan Anggota Bawaslu Probolinggo yang secara khusus mengenakan atribut sarung dan peci saat menyelenggarakan tes wawancara untuk Panitia Pengawas Pemilu tingkat Kecamatan di Probolinggo, Sabtu (22/10/2022).
Ketua Bawaslu Kabupaten Probolinggo, Fathul Qorib menuturkan bahwa sarung sebagai identitas santri memiliki makna demokrasi.
"Secara simbolis kita memakai sarung. Di balik sarung yang kita pakai ini ada makna demokrasi," ungkapnya.
Makna demokrasi yang dimaksud oleh Pria yang akrab disapa Cak Qorib ini adalah tentang nilai-nilai kebebasan untuk berpendapat, memilih dan dipilih, hingga juga kepatuhan terhadap aturan.
"Pemilu itu kan sebenarnya sarana kedaulatan rakyat. Sarung bermakna bahwa rakyat itu memiliki kebebasan untuk berpendapat, memilih dan dipilih. Tetapi harus terikat dalam koridor hukum dan undang-undang," jelasnya.
Qorib berharap bahwa dalam seleksi tersebut bisa menghasilkan Panwascam yang memiliki nilai-nilai santri.
"Sederhana, ikhlas, siap bekerja sepenuh waktu dan berintegritas untuk mengawasi Pemilu 2024," pungkasnya.