Lompat ke isi utama

Berita

Begini Cara Masyarakat Tengger Merawat Demokrasi (2)

Begini Cara Masyarakat Tengger Merawat Demokrasi (2)

Masyarakat Adat Tengger memiliki kepercayaan bahwa pemimpin itu sebagai perwujudan Tuhan di muka bumi. Hal ini diceritakan oleh Kepala Desa Ngadas, Bapak Kastaman dalam Jelajah Pengawasan, dari Rabu-Minggu (7-11/09/2022) di Probolinggo.

"Sebenarnya orang yang terpilih sebagai pemimpin itu karena ada wahyu. Sudah ditakdirkan dari Tuhan," ungkapnya.

Ketika terpilih sebagai kepala desa, Ngastaman menuturkan menerima wahyu itu dengan hati.

"Itu kami merasakan datangnya wahyu itu dengan hati. Ini juga tidak boleh diucapkan sebelum terjadi. Karena kita tidak boleh mendahului Tuhan," tambahnya.

Kalau sudah menerima Wahyu dan terpilih sebagai pimpinan maka harus dijaga dengan benar.

"Harus dijalankan dengan baik. Karena kalau kita main-main, maka akan kena kualat. Itulah sebabnya kami takut untuk berbuat melanggar seperti menggunakan politik uang dalam pemilihan," jelasnya.

Masyarakat Tengger menurut Kastaman percaya bahwa ada ikatan antara manusia yang masih hidup dengan leluhurnya.

"Karena kita juga merasa terikat batin dengan keluarga atau leluhur yang sudah meninggal, maka kita juga takut untuk berbuat yang salah," pungkasnya.

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle