Bawaslu Jatim Halalbihalal, Momen Saling Memaafkan untuk Perkuat Soliditas Lembaga
|
Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai kegiatan halalbihalal yang digelar Bawaslu Provinsi Jawa Timur usai Hari Raya Idulfitri, pada Senin (30/03/2026) di Surabaya. Kegiatan ini menjadi ruang kebersamaan bagi pimpinan, jajaran sekretariat, serta seluruh pegawai untuk saling memaafkan dan memperkuat soliditas lembaga.
Ketua Bawaslu Jatim, A. Warits menuturkan bahwa halalbihalal sebagai momen penting untuk memperkuat hubungan antarsesama.
“Orang yang kuat itu adalah orang yang memaafkan. Dalam al-Qur’an Surat al-A’raf ayat 199 kita diperintahkan untuk jadi pemaaf,” tambahnya.
Lebih jauh, Alumni Pesantren Tebuireng ini menceritakan tentang asal muasal dari halalbihalal.
“Halalbihalal ini awalnya berasal keinginan Soekarno agar antara tokoh-tokoh bisa saling bertemu dan silaturrahim karena ketegangan politik. Kemudian Soekarno minta saran ke Kiai Wahab Chasbullah. Oleh Kiai Wahab kemudian diusulkan adanya halalbihalal setelah idulfitri,” ungkapnya
Selain itu, pada kesempatan yang sama, Kasek Bawaslu Jatim, Yusuf mewakili jajaran sekretariat turut menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pimpinan.
”Atas nama sekretariat, kami memohon maaf atas setiap salah dan khilaf kepada pimpinan di Bawaslu Jatim,” tambahnya
Kegiatan ditutup dengan saling bersalaman dan ramah tamah seluruh jajaran, menandai komitmen bersama untuk menjaga kekompakan, profesionalitas, dan semangat kerja di lingkungan Bawaslu Jawa Timur.
Penulis: Ach. Taufiqil Aziz
Fotografer: Aprilia