Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Jatim Gandeng Pemuda Katolik untuk Tingkatkan Pengawasan Partisipatif Pemilu

Bawaslu Jatim dan Pemuda Katolik

Ketua Bawaslu Jatim, A. Warits (memakai jas) saat melakukan penandatanganan kerja sama dengan Pemuda Katolik, pada Rabu, 6 Mei 2026

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Jawa Timur menjalin kerja sama strategis dengan Pemuda Katolik dalam upaya memperkuat pengawasan partisipatif proses pemilihan umum di seluruh Jawa Timur. Hal ini ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara Ketua Bawaslu Jatim, A. Warits dengan Ketua Pemuda Katolik Komisariat Daerah Jatim, pada Rabu, 6 Mei 2026.

Dalam pertemuan resmi di Jalan Puncak Permai Utara II, sejumlah persoalan krusial terkait pemilu menjadi sorotan. Ketua Pemuda Katolik Komisariat Daerah Jawa Timur, Chistophorus Wahyu Suryo mengungkapkan kondisi riil di lapangan yang memprihatinkan.

"Saya selama mengikuti pemilu, keterlibatan aktifnya iya. Tapi partisipasinya belum. Waktu di daerah-daerah seperti itu. Bagaimana sistem pemilu kita, sehingga agak apatis pada tataran pemuda sudah seperti itu. Suara mereka yang baru pemilih itu bisa hangus karena tidak tahu," ungkapnya

Kondisi ini mendorong Pemuda Katolik untuk mengambil peran lebih aktif dalam proses pengawalan demokrasi. Organisasi kepemudaan ini menyatakan komitmen kuat untuk menjadi mitra strategis Bawaslu dalam mengawal setiap tahapan pemilihan umum.

"Kami harap bisa berkolaborasi dengan Bawaslu ke depannya. Semoga kehadiran kami menjadi partner strategis dalam proses pengawalan dan pemiluan se-Jawa Timur," tegasnya

Nilai Moral sebagai Fondasi Politik

Kerja sama ini mendapat sambutan positif dari Bawaslu Provinsi Jawa Timur. Dalam pandangan Ketua Bawaslu Jatim, A. Warits, kolaborasi dengan organisasi keagamaan seperti Pemuda Katolik memiliki nilai strategis yang signifikan, terutama dalam menjaga integritas dan moralitas proses politik.

"Saya pikir Bawaslu senang bekerja sama dengan seluruhnya. Termasuk dengan Pemuda Katolik. Tidak mungkin politik itu kehilangan nilai. Mengingat bahwa nilai moral itu ada di agama," ujar perwakilan Bawaslu.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa perilaku politik yang berintegritas menjadi isu krusial yang harus terus diperbaiki.

"Itu saya pikir menjadi persoalan bersama kita. Semoga perilaku politik kita semakin baik," tambahnya.

Pengawasan Partisipatif untuk Pemilu Berkualitas

Kerja sama antara Bawaslu Jatim dan Pemuda Katolik ini diharapkan dapat menjadi model pengawasan partisipatif yang melibatkan organisasi kepemudaan berbasis keagamaan. Dengan melibatkan generasi muda yang memiliki pemahaman tentang nilai-nilai moral dan etika, diharapkan proses pengawasan pemilu dapat berjalan lebih efektif dan berintegritas.

Kolaborasi ini juga diharapkan dapat menjawab persoalan apatisme politik di kalangan pemilih muda, sekaligus memastikan tidak ada lagi suara pemilih pemula yang "hangus" akibat berbagai kendala teknis maupun sistem.

Ke depan, Bawaslu Jatim dan Pemuda Katolik akan merancang program-program konkret untuk meningkatkan literasi politik dan partisipasi aktif pemilih muda di seluruh wilayah Jawa Timur.

Penulis: Ach. Taufiqil Aziz

Fotografer: Aprilia Sukma

 

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle