Bawaslu Jatim Evaluasi Rapid Test 54.652 Pengawas Pilkada
|
Salah satu isu krusial pilkada 2020 adalah tentang kesehatan. Bawaslu Jatim berusaha memastikan 54.652 pengawas dari tingkat kabupaten, kecamatan, desa sampai Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) tidak terpapar virus Covid-19. Untuk itulah, Rabu kemarin (02/12) mengevaluasi pelaksanaan dan hasil rapid test 19 daerah pilkada.
Ketua Bawaslu Jatim, Moh Amin menyampaikan bahwa jelang pemungutan suara evaluasi rapid test penting dilakukan untuk menyinkronkan data antara pengawas pilkada yang telah dilantik dengan hasil pelaksanaan rapid test.
“Pemungutan suara sudah semakin dekat. Kita harus pastikan jajaran pengawas kita dari yang telah dilantik dengan pelaporan rapid test. Ini harus sesuai dan bisa diketahui hasilnya dengan tepat,†paparnya dihadapan 19 pengawas pilkada se-Jatim, di Surabaya.
Menurut Amin, bahwa jajaran Pengawas TPS yang reaktif dalam rapid test akan dilanjutkan dengan tes usap (swab test). Jika dalam test usap dinyatakan positif, maka perlu diganti.
“Untuk pengawas ad hoc yang test swabnya positif, maka perlu diganti. Karena tidak ada waktu lagi jika menunggu di tengah semakin dekatnya dengan pemungutan suara,†jelas Amin
Diketahui, dalam evaluasi tersebut, bahwa jajaran pengawas di 19 daerah pilkada telah menyetorkan hasil rapid test. Langkah strategis dan taktis terus dilakukan demi menyelenggarakan pilkada yang sehat dan menyelamatkan pemilih.