Anggota KPU Jatim Apresiasi Pengukuhan Giliyang sebagai Pulau Anti Politik Uang
|
Banyak modus operan di politik uang dalam pilkada. Bawaslu Jatim harus kreatif dan cerdas dalam mencegahnya. Salah satunya dengan mengukuhkan Giliyang sebagai pulau antipolitik uang. Pengukuhan yang dilakukan 30 Oktober 2020 lalu mendapatkan apresiasi dari Anggota KPU Jatim, Miftahur Rozaq.
Menurut Rozaq, Bawaslu Jatim telah melakukan pendekatan yang menarik untuk mencegah politik uang.
"Saya apresiasi ikhtiar Bawaslu Jatim dalam melakukan pencegahan politik uang di pilkada 2020 dengan berbagai metode dan pendekatan. Salah satunya membuat monumen pulau antipolitik uang di Giliyang sebagai salah satu media sosialisasi ke masyarakat yang berada dan berkunjung ke pulau oksigen ini," terangnya via Saluran Whatsapp, Sabtu malam (31/10).
Mantan Anggota KPU Sampang ini menilai bahwa pilihan Giliyang sebagai pulau antipolitik uang tepat, cerdas dan imajinatif.
"Sangat tepat sekali, cerdas, imajinatif. Karena pulau Giliyang tempat strategis yang banyak dikunjungi masyarakat sehingga dapat menjadi edukasi politik yang efektif melalui monumen pesan tolak politik uang," tambahnya.
Alumni UIN Sunan Ampel ini juga mengajak seluruh pihak untuk cegah bersama politik uang.
"Mari kita cegah bersama dan tolak politik uang di pilkada 2020. Jadilah pemilih yang cerdas dan bermartabat," pungkasnya