Abdul Quddus Salam, Santri yang Kini Kembali Awasi Demokrasi di Jatim
|
Abdul Quddus Salam dilantik pada 22 Oktober 2022 sebagai Anggota Bawaslu Jatim dalam Pergantian Antar Waktu (PAW) masa jabatan 2018-2022.
Cak Quddus, panggilan akrabnya bukan sosok baru dalam dunia pengawasan pemilu. Tahun 2017-2018 adalah Tim Asistensi Bawaslu Jatim. Sebelumnya, pria kelahiran Surabaya 12 Pebruari 1974 sebagai anggota tim seleksi rekrutmen Bawaslu Provinsi tahun 2017.
Pengalamannya di dunia pengawasan telah ia mulai saat menjadi pemantau pemilu pada tahun 1999 dengan tergabung dalam Jammpi Surabaya.
Basis pengalaman pengawasan pemilu ini diperkuat secara teoritis lewat studi Magister Universitas Airlangga mengambil jurusan Manajemen Pemerintah dan Politik Lokal (Ilmu Politik) yang lulus pada 2012. Menjadi pelengkap basis pengetahuannya saat S-1 di Institut Agama Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya jurusan Sejarah Kebudayaan Islam.
Kini Cak Quddus menjadi Koordinator Divisi Hubungan Masyarakat dan Data Informasi Bawaslu Jatim. Ia berkomitmen untuk membuat bank data.
"Kita harus punya data yang komprehensif. Bukan hanya tentang hasil pengawasan kita. Tapi juga data dari media yang memberitakan tentang pemilu, pengawasan dan Bawaslu. Hari perhari kita harus punya," ungkapnya.
Mantan sekretaris PW Lakpesdam PW NU Jawa Timur periode 2013-2018 ini tampaknya berprinsip pada salah satu qaidah fikih al muhafadhatu ala qodminis sholeh wal akhdu bil jadidil ashlah.
"Semua program divisi hubungan masyarakat dan data informasi yang telah berjalan tetap dilanjutkan, di samping kita perlu inovasi baru. Salah satunya nanti kita berkolaborasi dengan tokoh agama dan masyarakat agar mengawasi dan melaporkan setiap pelanggaran. Kita publikasikan nanti," jelasnya.
Cak Quddus juga akan merajut hubungan baik dengan media.
"Dalam waktu dekat kita juga perlu mengundang media massa. Baik online maupun cetak untuk silaturahim, bertukar gagasan dan membincang langkah ke depan yang taktis dan strategis dalam pengawasan Pemilu 2024," pungkasnya.