jatim.bawaslu.go.id-Surabaya. (24/09) Koordinator Divisi Hukum, Data dan Informasi Bawaslu RI, Fritz Siregar mengingatkan peran Bawaslu memerangi hoax selama Pemilu tahun 2019. Menurut Fritz, hoax dari luar sulit masuk karena kemampuan Bawaslu memberikan kontra narasi.

“Kita masih ingat tentang hoax 7 kontainer surat suara yang di duga dicoblos. Langsung yang bisa memberikan penjelasan dan klarifikasi dari hoax tersebut adalah jajaran dari kita”, paparnya dihadapan Penanggungjawab Kehumasan Bawaslu Kabupaten/Kota se-Jawa Timur.

Kontra narasi terhadap hoax ini bisa terus dilakukan dengan cara meningkatkan skill kepenulisan. Untuk itu, Fritz berharap agar Bawaslu Kabupaten kota disiplin dalam menulis. Menurutnya, tidak banyak orang yang ingin menjadi penulis karena menulis merupakan pekerjaan berat. Mulai dari mencari inspirasi dan menuangkan dalam kata-kata.

Menurutnya, untuk bisa menulis bagus setidaknya harus melalui tiga tahap. Menuliskannya, tahap koreksi, dan tahap mengedit. “Setiap tulisan berasal dari apa yang kita dengar dan baca. Semakin banyak bacaan, maka akan semakin luas kemampuan menulisnya”, jelasnya.

Fritz lalu menceritakan pengalamannya agar bisa menulis dengan baik dan lancar.

“Saya punya rahasia, pengalaman saya tiap hari, tiap pagi ke kantor saya minimal harus menulis tiap pagi. Mulai dari 200 kata hingga 400 kata. Yang penting menulis. Percayalah kita akan bisa menulis asalkan disiplin”, kata Fritz memungkasi ceritanya.

Font Resize