Unik, Bawaslu Trenggalek Bikin Pesantren Kilat Pengawas Partisipatif
|
Semangatnya sama dengan metode baru. Bawaslu Trenggalek mengadakan pesantren kilat pengawas partisipatif, Selasa (26/10/2021)
Ketua Bawaslu Trenggalek Ahmad Rokhani mengungkapkan bila pesantren kilat pengawasan terinspirasi dari sistem pendidikan pesantren.
"Santri itu kan belajarnya 24 jam di pesantren. Metode ini kami gunakan untuk pengembangan pengawasan partisipatif. Walau pembalajarannya ini hanya 12 jam. Kegiatannya dua hari. Makanya disebut pesantren kilat," tuturnya.
Selain itu, Rokhani mengaku sebagai cara untuk mendapatkan keberkahan.
"Ini juga bagian dari ngalap berkah kepada pesantren. Nilai keikhlasan dan kesukarelawanan itu kan tumbuh di pesantren. Semoga nanti kader pengawas partisipatif bisa memiliki nilai-nilai tersebut," tuturnya.
Rokhani menambahkan bila peserta dari kegiatan pesantren kilat tersebut adalah anak muda usia antara 17-30.
"Kita pilih yang fresh graduate. Anak muda yang belum pernah mengikuti kegiatan Bawaslu. Belum pernah jadi penyelenggara. Jadi benar-benar baru. Setelah diseleksi ada 26 anak muda yang akan ikut dalam pesantren kilat," terangnya.
Rokhani berharap lulusan dari pesantren kilat dapat menyebarkan nilai pengawasan kepada masyarakat.
"Harapannya nanti peserta memahami keterampilan dasar pengawasan dan materi kepemiluan yang bisa disebarkan kepada masyarakat luas," pungkasnya.
Pesantren kilat resmi diluncurkan pada Selasa, 26 Oktober 2021 di pesantren Bumi Hidayah Attaqwa Trenggalek