Strategi Bawaslu Banyuwangi Cegah Dini Cluster Covid-19
|
Menjaga keselamatan dan kesehatan dalam pilkada terus dilakukan oleh Bawaslu. Pasca diidentifikasi rawan tinggi isu strategis pandemi pada Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) Pilkada sebulan lalu, Bawaslu Kabupaten Banyuwangi terus mendeteksi dan cegah dini cluster Covid-19 dalam pilkada. Hal itu diwujudkan dengan rapid test 434 jajarannya pada 24 Oktober lalu. Hasilnya 408 non reaktif. Hanya 21 pengawas pemilu yang reaktif.
Ketua Bawaslu Banyuwangi, Hamim menyampaikan rapid test dilakukan untuk deteksi dini dan mencegah wabah.
"21 orang dari 434 dinyatakan reaktif. Sambil menunggu hasil swab, mereka isolasi mandiri," terangnya via Saluran Whatsapp, Jumat (30/10).
Menurut Hamim, pihaknya telah memperketat protokol kesehatan dalam setiap aktivitas
"Saat melakukan kegiatan di setiap undangan kita cantumkan untuk menaati protokol kesehatan," jelasnya.
Langkah cepat juga dilakukan jika ada potensi penularan.
"Ketika ada gejala terkena Covid-19 di jajaran kami di Kecamatan Sempu, kita minta seluruh Panwascam dan staf di kantor untuk rapid dan seluruh ruangan kantor disenfeksi," jelasnya
Alumni Pondok Pesantren Darussaalam Blokagung ini juga menyampaikan telah bekerja sama dengan dinas kesehatan setempat.
"Kami selalu koordinasi dengan dinas kesehatan setempat agar bisa cegah potensi penularan," jelasnya.
Hamim menuturkan bahwa meski pihaknya fokus untuk mencegah penularan Covid-19, pengawasan tahapan pilkada tetap berjalan dengan baik.
"Pelayanan pengawas Tempat Pemungutan Suara kita layani di ruang terbuka di Aula," pungkasnya