Selenggarakan Bimtek Keprotokolan, Ely Cerita Saat Liputan Presiden
|
Dunia protokol identik dengan lembaga negara. Baik tidaknya pelaksanaan suatu acara ditentukan peran protokoler. Untuk pertama kalinya Bawaslu Jatim menyelenggarakan bimbingan teknis keprotokolan, Senin (29/03) di Malang
Koordinator Divisi Hubungan Masyarakat, Nur Elya Anggraini mengungkapkan bahwa peran protokoler berkaitan dengan persepsi publik terhadap Bawaslu.
“Dunia protokol ini mewakili wajah lembaga. Apa yang orang luar lihat menentukan persepsi tentang kita. Untuk itulah kita perlu mempersiapkan acara sebaik-baiknya. Kalau gagal sejak persiapan, maka kita tengah menyiapkan kegagalan,†terangnya
Dalam sambutannya, mantan wartawan ini bercerita bahwa suatu waktu pernah liputan kunjungan kerja presiden di Jember.
“Dulu saya pernah meliput kunjungan presiden. Awalnya kita bangga bisa semakin dengan dengan narasumber utama. Tapi seterusnya saya tidak bisa mendekat, karena dihadang oleh pasukan pengaman presiden. Kaki saya terinjak, sakit sekali rasanyaâ€, kenangnya sambil tersenyum
Bimtek protokol yang hendak dilakukan, menurut Ely tidak hanya tentang tata acara di forum, tapi juga di luar forum.
“Bagaimana kita menghadiri undangan di luar lembaga. Busana yang kita kenakan. Kalau ada kunjungan dari Bawaslu RI dan seterusnya itu bagaimana caranya. Ini penting,†ucapnya yang disambut senyum peserta.
Alumni Universitas Jember ini berharap pengawas pemilu se-Jawa Timur dapat mengikuti sebaik-baiknya.
“Selamat mengikuti bimbingan teknis keprotokolan. Semoga nanti bisa diterapkan di tempat masing-masing,†pungkasnya.
Diketahui, bimbingan teknis dihadiri pengawas pemilu di 38 Kabupaten/Kota se-Jawa Timur, para driver, dan perwakilan alumni Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP).