Pesan-pesan Pahlawan yang Menginspirasi
|
Dalam rangka memperingati hari pahlawan, 10 November 2025, Bawaslu Jatim menyarikan pesan-pesan dari para pahlawan yang bisa kita jadikan inspirasi dalam kehidupan berdemokrasi.
Dr. Cipto Mangunkusumo:
“Perlawanan yang tidak lahir dari pikiran merdeka hanyalah letupan emosi, bukan perjuangan.”
Nyi Ageng Serang:
”Lemah badan bukan alasan untuk tunduk, sebab jiwa bisa lebih tajam dari keris.”
Pangeran Antasari:
“Hidup untuk rakyat, mati untuk kehormatan.”
Sisingamaraja XII:
”Jangan berharap hidup tenang selama kemerdekaan belum penuh.”
Frans Kaisiepo:
”Tanah ini bukan milik segelintir orang, tetapi rumah bagi semua anak Indonesia.”
Maria Walanda Maramis:
“Perempuan bukan bayangan, tetapi cahaya dalam rumah tangga dan bangsa.”
Teuku Cik Di Tiro:
“Tidak ada ketakutan bagi mereka yang memperjuangkan kebenaran.”
Ida Anak Agung Gede Agung:
“Politik bukan alat kuasa, tetapi alat menjaga martabat bangsa.”
Sutan Sjahrir:
“Kebebasan berpikir Adalah bentuk pertama dari kemerdekaan.”
Raden Dewi Sartika:
“Wanita yang cerdas akan melahirkan bangsa yang kuat.”
Mr. Iwa Kusumasumantri:
“Hukum hanya punya arti jika berdiri Bersama rakyat, bukan diatasnya.”
Martha Christina Tiahahu:
“Tubuh ini boleh lemah, tapi keberanian tidak pernah pudar.”
Wage Rudolf Supratman:
“Nyanyian bisa menjadi api dalam dada bangsa.”
Kasman Singodimejo:
“Kemerdekaan harus dijaga dengan kejujuran, bukan sekadar semangat.”
Laksamana Malahayati:
”Laut bukan penghalang, tapi jalan menuju kehormatan.”
H.O.S. Tjokroaminoto:
”Seorang pemimpin sejati tidak hanya memerintah, tetapi menuntun.”
Ki Bagus Hadikusumo:
“Kemerdekaan adalah amanah Tuhan yang harus dijaga dengan iman dan ilmu.”
Abdul Muis:
“Perlawanan yang tidak lahir dari pikiran merdeka hanyalah letupan emosi, bukan perjuangan.”
Ratu Kalinyamat
“Aku rela mati demi harga diri dan tanah airku, sebab kehormatan tidak bisa dibeli.”