Persiapan Pengawasan Rekapitulasi PDPB Semester II, Bawaslu Provinsi Jawa Timur Lakukan Supervisi dan Monitoring
|
Bawaslu Provinsi Jawa Timur melakukan supervisi dan monitoring pelaksanaan uji petik Pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) di 6 Kabupaten/Kota. Supervisi ini dilakukan dalam rangka menguji validitas data pemilih hasil uji petik dan memeriksa pergeseran data yang ada. Enam Kabupaten/Kota yang menjadi sampel adalah Pamekasan, Sampang, Ngawi, Kota Madiun, Bondowoso dan Kota Pasuruan.
Saat supervisi di Pamekasan, Eka Rahmawati, Koordinator Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat menyampaikan supervisi itu sebagai ikhtiar Bawaslu Provinsi Jawa Timur untuk memastikan kualitas data Pemilih dan kinerja pengawasan tetap optimal.
”Uji petik adalah salah satu instrumen pengawasan dan alat validasi pergeseran data pemilih dari hasil penetapan oleh KPU. Kami ingin mengetahui kinerja uji petik dan isu-isu pengawasan DPB sebagai bentuk persiapan pengawasan rekapitulasi DPB Semester II yang akan datang.” Ujarnya…
Berdasarkan data Bagian Pengawasan Bawaslu Jawa Timur, pada bulan Oktober dan November saja Bawaslu telah melakukan uji petik terhadap 11.766 pemilih, meliputi 3.323 pemilih TMS, 3.404 pemilih baru hasil koordinasi, dan 5.039 pemilih baru hasil penetapan DPB oleh KPU.
Eka Rahmawati dalam arahannya menekankan pentingnya meningkatkan dan menjaga konsistensi di dalam melakukan uji petik. Kualitas data uji petik harus tetap menjadi pertimbangan utama. Untuk itu disiplin pencatatan ke dalam Form A sebagai laporan hasil pengawasan dan seluruh langkah pencegahan melalui Surat Imbauan perlu dijaga konsistensinya. Tidak kalah pentingnya adalah menyampaikan hasil uji petik kepada KPU melalui Saran Perbaikan agar menjadi masukan guna memperbaiki data pemilih yang akan ditetapkan pada Triwulan ke IV tingkat Kabupaten/Kota dan Semester II penetapan di tingkat Provinsi.
“Silahkan persiapkan hasil data pengawasan dengan baik dan disampaikan kepada rekan-rekan di KPU sebagai bentuk sharing tanggung jawab kita untuk menjaga kualitas data pemilih di Jawa Timur.” pungkasnya.