Lompat ke isi utama

Berita

Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-95, Warits Dorong Pemilu 2024 Bersih dari Politisasi SARA

Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-95, Warits Dorong Pemilu 2024 Bersih dari Politisasi SARA

Ketua Bawaslu Jatim, A. Warits mengungkapkan bahwa Sumpah Pemuda yang terjadi pada 28 Oktober 1928 berasal dari kesadaran kebangsaan para pemuda. Mereka meninggalkan identitas kesukuan, agama, ras dan golongan untuk kemudian bersumpah untuk berbangsa, berbahasa dan bertanah air Indonesia. Menurut Warits, semangat ini mesti diteladani dalam menyongsong Pemilu 2024.

Hal ini ia sampaikan saat menjadi Inspektur Ucapara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-95 bersama keluarga besar Bawaslu Jatim, Sabtu (28/10/2023) di Kantor Bawaslu Jatim

“Sumpah pemuda berasal dari kesadaran kebangsaan. Kaum muda meninggalkan identitas suku dan kelompoknya untuk sama-sama memiliki semangat dan kesadaran kebangsaan. Kala itu bersamaan dengan nasionalisme di Asia. Di mana semangat kebangsaan ini diwujudkan dengan melawan kolonialisme. Inilah awal mula kita bisa merdeka setelah ratusan tahun dijajah,” jelasnya

Dengan spirit Sumpah Pemuda, Alumni Pondok Pesantren Tebuireng ini mendorong berbagai pihak agar tidak mempolitisasi perbedaan suku, agama, ras dan golongan di Indonesia.

“Bila sumpah pemuda dulu sudah berikrar untuk meninggalkan identitas suku, agama, ras dan golongan. Tentu saja, dalam konteks Pemilu 2024 ini jangan ada politisasi yang membenturkan antar suku, agama, ras dan golongan. Kita harus bersatu atas nama Indonesia,” jelasnya

Bagi Warits, bentuk persatuan itu diwujudkan dengan semangat gotong royong.

“Kalau di Bawaslu kita menyebutnya dengan semangat kolektif koligial. Jangan ada kepentingan identitas dan kelompok, tetapi kita harus bekerja bersama. Tidak boleh ada kepentingan pribadi diatas kepentingan Indonesia,” pungkasnya

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle