Motivasi Rosyidin, Penyandang Disabilitas yang Jadi Pengawas TPS di Pacitan
|
Nun jauh dari pusat kota Jawa Timur, di Desa Jatigunung, Kecamatan Tulakan Pacitan, Rosyidin, penyandang disabilitas memiliki motivasi tersendiri mendaftar sebagai Pengawas TPS. Tidak ujug-ujug, ia melalui lika-liku yang lama bersinggungan dengan demokrasi. Bagaimana ceritanya? Berikut liputannya.
48.607 Pengawas TPS se-Jawa Timur telah dilantik. Di antara ribuan orang itu ada sosok Rosyidin yang terpilih sebagai Pengawas TPS. Lewat saluran Whatsap, ia menjawab.
“Motivasi saya mendaftar sebagai Pengawas TPS karena pernah mengikuti Sekolah Kader Pengawas Partisipatif oleh Bawaslu Pacitan. Akhirnya saya tertarik untuk menjadi bagian dari Bawaslu,†terangnya via Whatsap, Sabtu (21/11).
Rosyidin bukanlah kertas kosong tanpa pengalaman. Keterbatasan fisiknya tak pernah membatasi untuk aktif dalam kerja sosial. Ia mengaku pernah jadi relawan demorkasi Komisi Pemilihan Umum.
“Di Pilpres 2019 kemarin saya pernah menjadi bagian dari Komisi Pemilihan Umum, yaitu menjadi relawan demokrasi. Alhamdulillah sudah saya laksanakan amanah itu sesuai dengan kemampuan saya,†tambahnya.
Setumpuk pengalaman dan suka duka ingin meningkatkan partisipasi dan kualitas demokrasi ia akhirnya memberanikan diri mendaftar sebagai Pengawas TPS.
“Alhamdulillah saya diberi kepercayaan oleh Panwascam Tulakan mengawasi TPS 16 Desa Jatigunung,†ungkapnya.
Bagi Rasyidin, keterlibatan dirinya sebagai Pengawas TPS untuk memberikan motivasi kepada penyandang disabilitas lain agar juga bisa melakukan peran-peran pengawasan.
“ Semoga bisa menyemangati dan menjadi motivasi teman-teman saya lainya. Khususnya penyandang disabilitas yang ada di Kabupaten Pacitan,†terangnya.
Di konfirmasi secara terpisah, Ketua Panwascam Tulakan, Eko Purniawan menjelaskan via saluran telepon bahwa dari 184 Pengawas TPS di kecamatannya memang terdapat penyandang disabilitas.
“Baru kali ini ada penyandang disabilitas ikut serta dalam perekrutan Pengawas TPS. Mereka punya hak sama untuk ikut serta di perekrutan ini, asalkan mampu dan cakap. Berdasarkan pleno akhirnya kami terima sebagai Pengawas TPS,†pungkas Eko