Minimalisir Potensi Sengketa, Totok Ajak Pemuda Banyuwangi Aktif Mengawasi
|
Anggota Bawaslu Jatim, Totok Hariyono mengungkapkan bahwa salah satu persiapan yang dilakukan untuk meminimalisir potensi sengketa dalam pemilu 2024 adalah dengan mengajak anak muda berperan dalam pengawasan partisipatif. Hal ini ia ungkap di Radio Blambangan, Jumat (24/09/2021).
“Salah satu yang dilakukan agar potensi sengketa tidak ada adalah dengan datang ke anak muda. Nantinya kalau ada masalah antar peserta pemilu, dan peserta dengan penyelenggara bisa langsung datang ke Bawaslu,†tuturnya dengan santai.
Totok menilai bahwa dalam pemilu 2024 gesekan antar peserta bisa menjadi potensi sengketa.
“Peserta atau kontestan ini kan ingin menang. Ibarat balapan sepeda, ini kemungkinan ada gesekan. Kalau anak mudanya sadar, maka setiap sengketa ayo bawa ke Bawaslu,†jelasnya.
Totok menekankan bahwa peran anak muda cukup penting dalam demokrasi.
“Waktu mencoblos saat pemilu harus dimanfaatkan oleh anak muda. Jangan sampai salah pilih. Banyuwangi milik anak muda. Kalau pemudanya aktif, maka potensi sengketanya akan bisa dikurangi,†jelasnya.
Totok menceritakan bahwa wewenang menyelesaikan sengketa hanya dimiliki oleh Bawaslu.
“Kalau di pemilu ada sengketa, maka yang punya wewenang ini Bawaslu. Bukan kepolisian atau ke pengadilan. Ke Bawaslu dulu,†tambahnya.
Selain itu, menurut Totok pihaknya secara internal akan melakukan persiapan maksimal dalam menyelesaikan sengketa pemilu 2024.
“Ibarat dengan tentara, maka sering latihan. Sama juga dengan pemadam kebakaran, harus sering latihan. Seperti itulah Bawaslu. Kalau ada sengketa, nanti sudah cepat bisa menyelesaikan,†pungkasnya.