Lompat ke isi utama

Berita

Ely Mengisi Kuliah Tamu di UB, Jabarkan Sistem Partai dan Pengawasan Elektoral

Ely Mengisi Kuliah Tamu di UB, Jabarkan Sistem Partai dan Pengawasan Elektoral

Anggota Bawaslu Jatim, Nur Elya Anggraini mengisi kuliah tamu bagi mahasiwa Prodi Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya, secara daring pada Rabu malam (12/11/2025). Secara khusus, tema yang diulas berupa Sistem Kepartaian di Indonesia; Dinamika, Tantangan dan Pengawasan Politik Elektoral

Dalam kesempatan itu, perempuan yang disapa Ely tersebut memaparkan secara komprehensif mengenai dinamika sistem kepartaian di Indonesia, termasuk bagaimana sistem multi partai yang ada Indonesia.

“Kenapa kita menganut multi partai? Salah satunya karena kita majemuk. Binneka tunggal ika. Banyak golongan, kelompok, ideologi dan bangsa di Indonesia. Semua orang boleh mendirikan partai. Tentu dengan syarat-syarat khusus yang diatur dalam undang-undang,” ungkapnya

Menurut Ely, munculnya banyak partai di Indonesia puncaknya setelah reformasi. Banyak pihak yang mendirikan partai politik.

”Tetapi tidak semua semua partai politik ini masuk ke parlemen. Ada aturan ambang batas untuk bisa masuk di Parlemen. Termasuk juga ambang batas untuk mengusung calon presiden,” jelasnya
Ely menambahkan, anggota dari partai politik inilah kemudian ikut dalam kontestasi pemilu dan pilkada.

”Pemilu dan pilkada bukan hanya tentang pemungutan suara saja. Tetapi prosesnya juga lama. Sekitar 20 bulan kalau pemilu. Mulai dari verifikasi partai politik, kemudian juga data pemilih, pencalonan, kampanye, dan nanti pemungutan suara di TPS, rekapitulasi dan penetapan. Tahapan yang panjnag ini membutukan peran aktif mahasiswa UB untuk melakukan pengawasan secara partisipatif,” tambahnya.

Pemarapan dari Anggota Bawaslu Jatim ini mendapatkan respon kritis dari mahasiswa UB. Beberapa pertanyaan yang muncul antara lain tentang kurang sehatnya partai politik karena adanya dinasti, soal sistem penghitungan suara yang sedang diterapkan, dan bahkan mahasiswa UB juga menyoal tentang adanya perubahan perolehan suara dari TPS yang dilakukan berjenjang hingga penetapan.

Perempuan kelahiran Bangkalan ini menanggapi bahwa perubahan perolehan suara terjadi bisa karena human error akibat kelelahan petugasnya atau juga karena disengaja.

“Kejahatan terbesar dalam pemilu ini adalah pencurian suara. Jangan sampai ada orang yang sengaja mencuri suara sehingga merugikan peserta lain. Inilah pentingnya mahasiswa UB juga ikut melakukan pengawasan,” pungkasnya

Penulis: topikul aziz

Tag
#ayo awasi
#bawaslu jatim
#bawaslu mengawasi
#sahabat bawaslu
#salam awas
toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle