Dewi Pettalolo : 3 Tantangan Wujudkan Adil Gender
|
Bukan hanya adil sejak pikiran. Tidak pula adil hanya secara teori. Tetapi adil gender dalam kenyataan. Anggota Bawaslu RI, Ratna Dewi Pettalolo (RDP) menyebut tiga problematika mewujudkan adil gender perempuan dalam politik di Indonesia. Yakni adanya tantangan internal, institusi politik dan kebijakan yang diskriminatif. Hal ini sampaikan saat mengisi acara bertajuk Peran Perempuan dalam Penguatan Kelembagaan: Membangun Organisasi Bawaslu Adil Gender, di Malang, Jumat 6 Nopember 2020.
“Realitasnya perempuan menghadapi sejumlah tantangan internal, institusi politik bias gender, dan kebijakan yang diskriminatif,†tuturnya.
Tantangan internal perempuan yang dimaksud oleh RDP terletak pada perbebatan domestik, jejaring dan soal kapasitas sebagai pengawas perempuan.
“Dalam dunia penyelenggaraan pemilu, kita menghadapi masalah pada kapasitas sumber daya perempuan, pengetahuan perempuan tentang kepemiluan, pengalaman dan jejaring, proses seleksi dan kepentingan politik,†tambahnya.
Tantangan lainnya adalah insitituasi politik bias gender.
“Sudah ada tindakan afirmatif secara normatif membuka akses bagi perempuan masuk ke jantung kekuasaan politik. Namun ketika perempuan sudah masuk, yang dihadapi adalah institusi politik dengan aturan main dan perilaku maskulin. Sebagian perempuan memilih mengimitasi perilaku maskulin dalam persaingan meraih jabatan politik,†tambahnya.
RDP juga menyebut tantangan lainnya tentang kebijakan diskriminatif. Menurutnya keterlibatan perempuan dalam politik masih terpinggirkan, baik dalam proses politik maupun pengambilan keputusan.
“Ada pandangan yang merendahkan terhadap kapasitas perempuan dalam institusi politik. Menempatkan perempuan pada posisi tidak strategis di dalam kepemimpinan jabatan politik. Selain tentu Budaya patriarki menjadikan perempuan sulit mengekspresikan aspirasinya secara mandiri, sehingga kepentingan politiknya tidak terakomodasi dalam kebijakan,†pungkas RDP
Diketahui, acara yang diselenggarakan oleh Bawaslu Jatim ini dihadiri oleh Srikandi Pengawas Pemilu se-Jatim, sejak tanggal 6-7 Nopember di Malang.