Bedah Cerpen Wakyat, Ely: Lampaui Ekspektasi
|
Arisan cerita parapuan seri ke-1 yang mengulas karya Putu Wijaya berjudul Wakyat telah berlangsung pada Jumat (08/10/2021). Bertindak sebagai narasumber Anggota Bawaslu Mojokerto, Afidatussolikha dan Anggota Bawaslu Bojonegoro, Lilik Mustafida. Sementara moderatornya adalah Anggota Bawaslu Jember, Devi Aulia Rohim.
Pasca diskusi, Anggota Bawaslu Jatim, Nur Elya Anggraini mengaku jalannya arisan melampaui ekspektasinya.
“Di luar ekspektasi saya. Awalnya saya membayangkan hanya satu arah. Dari pemaparan narasumber saja.Tapi ternyata respon dari parapuan lainnya sungguh luar biasa,†tuturnya.
Menurut Ely, perempuan pengawas dalam mengkaji cerpen Wakyat tidak hanya dilihat dalam konteks demokrasi.
“Tadi saya menyimak betul ternyata cerpen Wakyat tidak hanya dibedah dengan satu sudut pandang saja. Tidak melulu hanya dilihat pada konteks demokrasi ya. Ada juga yang melihat dari sudut pandang femenisme dan gender. Seru sekali pokoknya,†tambahnya.
Ely berharap bahwa kajian dengan menggunakan sastra bisa menumbuhkan kualitas pengawas pemilu.
“Ini cara baru ya. Biasanya kan acara formal dan seremonial. Kita ajak ke sisi yang lebih lembut dengan tetap memperhatikan substansi sebagai pengawas pemilu. Semoga berguna untuk meningkatkan kepekaan perempuan pengawas dan demokrasi yang lebih baik,†pungkasnya.
Setelah diskusi yang berlansung sekitar 3 jam tersebut, arisan kembali dilanjutkan pekan depan dengan diundi secara virtual. Yang keluar adalah Anggota Bawaslu Situbondo, Devita dan Anggota Bawaslu Kota Malang, Erna sebagai narasumber. Cerpen yang akan dikaji berjudul Ngemis atau Mati.