Bawaslu Jatim Evaluasi dan Siapkan Database Pengawas Ad Hoc
|
Bawaslu Jatim mengevaluasi kinerja dan menyiapkan database untuk 1.158 Panitia Pengawas Pemilihan Kecamatan, 4.789 pengawas desa, dan 48.607 pengawas Tempat Pemungutan Suara yang tersebar di 19 daerah pilkada, Kamis malam (04/03), di Mojokerto
Ketua Bawaslu Jatim, Moh Amin menuturkan bahwa evaluasi pengawas ad hoc dilakukan untuk perbaikan jalannya pemilu dan pilkada ke depan.
“Kita perlu mengevaluasi kinerja pengawas ad hoc kita dengan harapan semakin berkualitas sesuai dengan regulasi yang ada,†terang Amin dihadapan koordinator divisi sumber daya manusia dan organisasi, 19 daerah pilkada.
Amin yang juga memangku sebagai koordinator divisi sumber daya manusia Bawaslu Jatim ini mengungkapkan perlunya pengelolaan database pengawas ad hoc se-Jatim.
“Kita juga perlu mengelola database untuk panitia pengawas pemilihan kecamatan, pengawas desa, hingga ke Pengawas TPS,†jelasnya lagi
Alumni UIN Sunan Ampel Surabaya ini juga mengajak Koordinator Divisi Sumberdaya Manusia dan Organisasi se-Jatim untuk menganalisa tantangan dan kekurangan dari pengawas ad hoc sejak seleksi hingga kinerja yang dilakukan dalam pilkada 2020.
“Divisi Sumber Daya Manusia dan Organisasi mempunyai tugas penting untuk menjaga kualitas pengawas ad hoc. Kendala dalam proses seleksi harus menjadi perhatian kita agar ke depan tidak ada lagi masalah serupa,†pungkas Amin
Rapat Koordinasi Evaluasi dan Pengelolaan Database Pengawas Ad Hoc dihadiri oleh 19 Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia dan Organisasi 19 daerah pilkada se-Jatim