Bawaslu Bondowoso Rencanakan Pondok Demokrasi untuk Santri
|
Sebaran santri di setiap sudut kota dan desa berpotensi besar menguatkan demokrasi. Ceruk ini perlu disentuh demi pengembangan pengawasan partisipatif. Untuk itulah, Bawaslu Bondowoso jalin kerjasama dengan Dewan Koordinator Cabang (DKC) Forum Silaturrahim Santri (Forsis) Bondowoso untuk pendidikan demokrasi di kalangan santri.
Ketua Bawaslu Bondowoso, Mohammad Makhsun mengungkapkan perlunya pendikan politik sejak dini dengan mengajak santri dan pemilih pemula.
“Harapannya santri semakin tahu apa itu demokrasi, dunia pengawasan serta bagaimana posisi kita saat pilkada dan pemilu,†terangnya Sabtu via saluran Whatsap (1/5/2021)
Bagi Makhsun, kemasan pondok demokrasi nantinya juga bagian dari mengenalkan kelembagaan Bawaslu.
“Kami mengajak kepada para santri yang terlibat nantinya bisa mengetahui apa tugas dan fungsi Bawaslu. Semoga ikhtiar ini dapat menguatkan demokrasi di lingkungan santri,†terangnya
Diketahui bahwa turut hadir pula dalam penandatanganan MoU dengan Forsis adalah perwakilan dari Pengurus Cabang PMII-Kopri Bondowoso, PC HMI-Kohati Bondowoso, dan Pengurus IPNU-IPPNU Bondowoso.