Bagi Takjil, Cara Bawaslu Kabupaten Mojokerto Tingkatkan Pengawasan Partisipatif
|
Hampir 3 tahun menjadi lembaga permanen, Bawaslu di tingkat Kabupaten/Kota masih dibayang-bayangi oleh status sebagai lembaga ad hoc dalam pandangan sebagian masyarakat. Untuk itulah Bawaslu Kabupaten Mojokerto berbagi takjil sebagai cara dekat dengan masyarakat. Bagi-bagi takjil diselenggarakan pada Senin sore (10/05)
Ketua Bawaslu Kabupaten Mojokerto, Aris Fakhrudi Asy'at menceritakan kisah unik saat bagi takjil kemarin.
"Pas waktu bagi takjil, ada yang komentar loh Panwas iki jik onok ta? (loh Panwas ini masih ada ta)?" Ucap Aris.
Aris menambahkan, bagi takjil adalah cara sederhana untuk memantik perhatian masyarakat terhadap Bawaslu.
"Saya ingin berterima kasih kepada seluruh Keluarga Bawaslu Kabupaten Mojokerto yang sudah support bagi takjil. Semoga dicatat sebagai amal yang baik oleh Allah," jelas Aris.
Sementara itu, Anggota Bawaslu Kabupaten Mojokerto, Afidatus Sholihah, bagi-bagi takjil berasal dari inisiatif dan iuran komisioner dan staf.
“Sekitar 200 paket takjil yang dibagikan. Kami iuran dengan sukarela antara komisioner dan staf untuk berbagi kepada sesama,†terangnya.
Lebih dalam, Afidah melanjutkan bahwa bagi-bagi takjil sebagai sosialisasi keberadaan Bawaslu Kabupaten Mojokerto yang sudah permanen.
“Harapannya masyarakat semakin paham dan dekat dengan Bawaslu. Tentunya tidak lepas dari tujuan akhir yaitu pengembangan pengawasan Partisipatif,†pungkasnya.
Diketahui dalam satu paket takjil berisi teh kemasan gelas, kurma dan 2 snack yang dikemas dalam kotak putih bertuliskan ucapan selamat berbuka puasa dari Bawaslu Kabupaten Mojokerto.