Amin Sebut Literasi Digital Cegah Pembelahan Publik karena Politik
|
Sekitar 170 juta penduduk Indonesia adalah pengguna media sosial. Jumlah yang cukup besar ini menjadi saluran aktivitas ekonomi dan politik. Ketua Bawaslu Jawa Timur, Moh Amin mengibaratkan dunia digital dengan celurit yang memiliki dampak positif dan negatif. Hal ini ia sampaikan di Jember, Minggu (25/04/2021)
“Ibarat dengan celurit sebagai senjata kebanggaan orang Madura, demikian juga dengan dunia digital. Positifnya bisa menggerakan ekonomi, lalu bisa silaturrahim virtual saat kita tidak mudik. Negatifnya ya ini digunakan oleh oknum tertentu untuk menyebarkan hoax,†tuturnya
Amin yang saat itu didapuk sebagai Keynote Speaker mengungkapkan bahwa saluran informasi bohong yang disebarkan dengan sengaja dalam era digital akan berdampak pada menguatnya politik identitas dan pembelahan publik karena perbedaan politik.
“Dampak negatif dunia digital kepada pemilu bisa menguat politik identitas dan pembelahan publik karena perbedaan pilihan. Ini harus kita cegah bersama-sama,†tambahnya.
Untuk itulah, menurut pria kelahiran Sumenep ini perlu bersama menggerakkan literasi digital di masyarakat.
“Literasi digital dilakukan untuk memastikan bahwa Bawaslu bersama masyarakat dapat mencegah dampak buruk yang diakibatkan oleh kejahatan digital. Inilah pentingnya untuk kolaborasi antara Bawaslu Jatim dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika,†pungkasnya
Diketahui, bahwa Diskusi Literasi Digital Kepemiluan dengan tema, Kader Pengawas Cakap Literasi Digital ditempatkan di Taman Botani Sukorambi Jember. Sebagai narasumber antara lain Tenaga Ahli Menteri (TAM) Kemenkominfo, Devie Rahmawati; Anggota Bawaslu Jatim, Nur Elya Anggraeni; Jurnalis, Deni Romdoni; PC Fatayat Jember, Erwin Nur Rif'ah. Kegiatan ini terlaksana berkat kolaborasi antara Bawaslu Jatim dengan Kemenkominfo dan SiberKreasi.