Media hari ini keberadaannya menjadi ruang sosial yang telah menciptakan praktik komunikasi politik yang tidak bergantung terhadap kanal – kanal formal. Hari ini Tik Tok menjadi ruang kultural baru yang keberadaannya menjadi bagian penting dalam merepresentasikan bentuk-bentuk komunikasi politik keseharian dalam masyarakat. Tik Tok menjadi salah satu arena perebutan ruang budaya kontemporer yang hari ini diperebutkan oleh banyak aktor dalam menampilkan representasinya. Tik Tok sebagai salah satu platfrom media sosial yang paling populer menghadirkan berbagai bentuk format video pendek yang memungkinkan pesan disampaikan secara kreatif, ringan, dan menyiratkan tanda dan makna yang hendak disampaikan.
Dalam konteks ini, akun @santoontv menjadi salah satu contoh penting bagaimana ruang sosial menciptakan komedi sarkasme sebagai alat kritik terhadap kekuasaan yang direpresentasikan sangat elitis. Akun @santoontv sebagai salah satu konten kreator animasi yang mengangkat isu sosial dan politik melalui pembentukan karakter dalam setiap dialognya. Tokoh-tokoh seperti Tono dan karakter pendukung lainnya merepresentasikan warga negara yang berhadapan dengan realitas politik yang sering kali tumpang tindih. Melalui pendekatan karakter tokoh dalam setiap animasi yang ditampilkan, @santoontv berusaha untuk merepresentasikan realitas dalam bentuk representasi politik dengan penggunaan bahasa yang kesehariannya digunakan oleh warga negara sehingga pesan yang disampaikan terasa lebih aman namun memiliki makna simbolik dalam menyampaikan kririk di ruang sosial. Humor yang digunakan tidak berdiri sendiri sebagai hiburan, melainkan menjadi medium untuk menyampaikan kegelisahan kolektif masyarakat yang direpresentasikan dalam bentuk animasi dengan percakapan dialogis antar tokohnya.
Dalam perspektif sosiologi media dari buku Stuart Hall yang berjudul Cultural Representations and Signifying Practices dan melalui analisis encoding decoding, animasi @santoontv dapat dipahami melalui konsep representasi. Representasi dilihat sebagai proses produksi makna melalui bahasa dan tanda. Bahasa dalam konten @santoontv tidak hanya dialog verbal, lebih dari itu, ekspresi karakter tokoh dalam animasi, intonasi suara, serta alur cerita yang dibangun merupakan pesan yang hendak ditampilkan dan ditafsirkan oleh khalayak yang menontonnya di media sosial Tik Tok.
Isu sosial yang diangkat oleh @santoontv meliputi korupsi, demokrasi, politik uang, serta kebijakan-kebijakan pemerintah. Isu-isu tersebut direpresentasikan dalam situasi keseharian yang dekat dengan pengalaman masyarakat. Misalnya, fenomena koruptor yang mendapatkan hukuman ringan atau remisi yang digambarkan melalui dialog satir antar karakter yang mempertanyakan keadilan hukum. Dengan cara tersebut, @santoontv menempatkan representasi dirinya sebagai suara rakyat yang sering kali menjadi korban dan kebijakan dan praktik politik yang menurutnnya tidak adil sehingga penggunaan animasi beserta tokoh yang diciptakan merupakan medium (pesan) yang memiliki makna penting dalam membangun identitas kontennya. Penggunaan karakter tokoh dalam animasi @santoontv memungkinkan terjadinya hiperbola, penggambaran situasi yang dilebih-lebihkan, serta karakterisasi dari setiap tokoh yang ditampilkan dalam bentuk konten video yang ditayangkan.
Penggambaran tokoh dalam animasi @santoontv membuat absurditas realitas politik menjadi terlihat. Ketika pejabat digambarkan terlalu serakah, tidak kompeten, atau munafik, penonton tidak hanya diajak untuk tertawa bersama, tetapi diajak untuk menyadari ironi yang terjadi dalam kehidupan nyata. Disinilah sarkasme bekerja sebagai bahasa kritik yang halus namun menusuk. Konten @santoontv juga menunjukkan bagaimana demokrasi dipersepsikan secara kritis oleh masyakat di ruang sosial. Hal ini dibuktikan dalam bentuk konten-konten video yang menyuarakan kegelisahan masyarakat sehari hari. Dalam koridor itu, kerangka analisis encoding decoding dari Stuart Hall dapat menjelaskan bagaimana audiens (penonton) memaknainya. Pada posisi hegemonik dominan, audiens menerima kritik yang disampaikan sebagagai cerminan realitas politik sehari-hari yang dialami. Humor, satire, dan penggunaan bahasa sarkasme dinilai sebagai bentuk kejujuran dan keberpihakan. Pada posisi yang dinegosiasikan, audiens mungkin akan sepakat dengan realitas yang terjadi, namun tetap mempertahankan kepercayaan terhadap sistem politik secara umum. Sementara itu, pada posisi oposisionalitas audiens bisa menilai konten tersebut terlalu sinis, berlebihan, dan tidak konstruktif.
Identitas yang direpresentasikan oleh @santoontv tidak hanya sebagai konten kreator. Lebih daripada itu ia merepresentasikan ruang demokrasi yang hari ini keberadaannya menjadi sangat cair ketika ditempatkan dan diposisikan dalam berbagai bentuknya di media sosial Tik Tok. Melalui bahasa keseharian, @santoontv membangun citra sebagai pengamat sosial yang keberadaannya diterima oleh audiens yang tercermin dalam bentuk followers (pengikut) di akun Tik Toknya sehingga identitas yang direpresentasikan hari ini keberadaannya menjadi ruang demokrasi bagi warga negara yang diwujudkan dalam pembentukannya sebagai komunikasi politik dan membangun kesadaran secara kolektif karena ketika isi konten yang ditayangkan, dipublikasikan, dan dihasilkan oleh konten kreator bukan hanya dilihat sebagai hiburan semata. Lebih dari itu ia membangun ruang demokrasi bagi warga negara yang tidak memiliki akses kekuasaan yang diperlihatkan secara elitis.
Oleh: Muhyi Aditya Supratman (Staf Bawaslu Kab Bondowoso)
Editor: Redaksi Pojok Pengawasan Bawaslu Jawa Timur