Cangkrukan Demokrasi, Endah: Kerja Kehumasan Harus Berdampak pada Publik
|
Bawaslu Jatim terus mendorong penguatan fungsi kehumasan agar tidak sekadar berorientasi pada jumlah publikasi, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Hal ini disampaikan Koordinator Divisi Humas dan Data Informasi Bawaslu Jatim, Dwi Endah Prasetyowati, dalam kegiatan Cangkruan Demokrasi, pada Kamis, 9 Oktober 2026.
“Sering kali humas hanya dipandang secara kuantitatif, dari jumlah publikasi yang dihasilkan. Padahal, pertanyaan yang seharusnya kita ajukan adalah apakah yang kita posting itu didengar, apakah yang kita rilis itu mampu mengubah perilaku, dan apakah selama ini komunikasi yang kita lakukan benar-benar berdampak,” ujar Endah.
Ia menekankan perlunya tiga perubahan mendasar dalam pelaksanaan kerja kehumasan di lingkungan Bawaslu. Pertama, mengubah komunikasi kelembagaan menjadi komunikasi yang berorientasi pada kemanusiaan.
“Jangan lagi hanya berbicara Bawaslu Kabupaten/Kota melaksanakan kegiatan. Mari kita hadir dengan pesan yang lebih dekat dengan masyarakat, seperti bagaimana kita bersama-sama menjaga suara dan hak pilih masyarakat,” tegasnya.
Kedua, menurut Endah bergeser dari sekadar mengunggah konten menjadi upaya memperluas informasi yang mampu menangkal hoaks.
”Konten yang diproduksi tidak berhenti sebagai bahan publikasi, tetapi menjadi sarana edukasi untuk membangun kesadaran dan meningkatkan literasi demokrasi,” tambahnya
Yang Ketiga menurut Endah, mengubah kerja kehumasan dari tanggung jawab divisi menjadi gerakan bersama seluruh lembaga.
“Humas bukan hanya satu orang atau satu divisi. Humas adalah kita semua. Ini merupakan kerja satu lembaga untuk memberikan hal-hal positif kepada masyarakat,” ungkapnya.
Endah berharap lewat Cangkruan Demokrasi, penguatan kapasitas, kolaborasi di internal dan literasi demokrasi kepada masyarakat semakin massif.
“Semoga diskusi kali ini memberikan dampak dan manfaat secara menyeluruh untuk kita semua,” pungkasnya.
Penulis: Acik