Lompat ke isi utama

Berita

Kompetisi Debat PHP VI Bawaslu RI, Bawaslu Jatim "Jemput Bola" ke 38 Kabupaten/Kota

An

Anggota Bawaslu Jatim, Anwar Noris saat memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi Sosialisasi Kompetisi Debat PHP VI Tahun 2026 yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting, Senin (6/7/2026).

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Jawa Timur memasang target tinggi pada Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu (PHP) VI Tahun 2026. Kali ini, seluruh 38 Bawaslu Kabupaten/Kota se-Jawa Timur dikerahkan untuk turun langsung ke kampus-kampus, memastikan mahasiswa terbaik di daerah masing-masing tak melewatkan kompetisi bergengsi yang digelar Bawaslu RI tersebut.

Hal ini mengemuka dalam Rapat Koordinasi Sosialisasi Kompetisi Debat PHP VI Tahun 2026 yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting, Senin (6/7/2026). Rapat yang berlangsung sejak pukul 10.09 hingga 12.51 WIB itu dipimpin langsung oleh Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Provinsi Jawa Timur, Anwar Noris, dan diikuti jajaran Koordinator Divisi, Kepala Sub Bagian, serta staf Bawaslu Kabupaten/Kota se-Jawa Timur.

Modal Prestasi, Bukan Soal Besar-Kecil Kampus

Dalam sambutannya, Anwar Noris mengingatkan bahwa Jawa Timur punya rekam jejak yang patut dijaga. Provinsi ini tampil sebagai juara 1 pada penyelenggaraan PHP tahun 2024 lewat wakilnya, Universitas Surabaya (Ubaya), dan kembali menyabet gelar juara pada 2025.

"Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu ini sudah lima kali diselenggarakan, dan 2026 menjadi penyelenggaraan keenam. Bawaslu RI menilai kegiatan ini penting untuk mengajak seluruh elemen, khususnya mahasiswa, memahami makna pemilu dan demokrasi, yang kemudian dipersempit ke isu penegakan hukum pemilu," ujar Anwar Noris.

Ia menegaskan, prestasi dalam ajang debat ini tidak ditentukan oleh besar atau kecilnya sebuah perguruan tinggi. Sebagai contoh, ia menyebut kampus di Kabupaten Tuban yang justru mampu menembus babak delapan besar pada tahun sebelumnya.

"Faktor penentu keberhasilan adalah keseriusan dalam persiapan," tegasnya, sekaligus menjadi pesan kunci bagi seluruh jajaran Bawaslu Kabupaten/Kota agar tidak memandang sebelah mata potensi kampus-kampus di wilayah masing-masing.

Strategi "Jemput Bola" ke Kampus

Anwar Noris menjelaskan, rapat koordinasi ini pada dasarnya adalah rapat sosialisasi bagi seluruh Bawaslu Kabupaten/Kota untuk meyakinkan perguruan tinggi di wilayah kerja masing-masing agar berpartisipasi dalam kompetisi. Metode yang digunakan tetap sama seperti tahun-tahun sebelumnya: jemput bola, yakni mendatangi langsung kampus-kampus, menjalin silaturahmi, menyampaikan maksud kegiatan, sekaligus melaporkan hasilnya kepada Bawaslu Provinsi.

Ia juga menekankan pentingnya penguasaan konteks dan praktik penanganan pelanggaran pemilu oleh jajaran Kabupaten/Kota. Sebab, menurutnya, mahasiswa peserta debat umumnya sudah menguasai teori, namun belum tentu memahami praktik penanganan pelanggaran di lapangan sehingga peran pendampingan dari Bawaslu Kabupaten/Kota menjadi krusial.

Pria kelahiran Sumenep ini berharap bahwa Bawaslu se-Jawa Timur dapat prestasi dalam kompetisi debat Bawaslu RI.

“Semoga dengan persiapan yang digarap serius sejak jauh-jauh hari, Bawaslu se-Jawa Timur dapat mempertahankan dan bahkan capaian gemilang mereka di ajang debat penegakan hukum pemilu tingkat nasional tahun ini,” pungkasnya

Sebagai informasi, pada tahun 2025 lalu pendaftar kompetisi debat dari Jawa Timur sebanyak 44 perguruan tinggi. Diharapkan pada tahun ini semakin banyak kampus yang ikut dalam kompetisi debat yang diselenggarakan oleh Bawaslu RI.

Penulis: Acik

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle