Humas Datin Targetkan Penguatan Kolaborasi Media dan Keamanan Informasi dalam IKU 2026
|
Divisi Hubungan Masyarakat, Data dan Informasi (Humas dan Datin) Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Jawa Timur memantapkan Indikator Kinerja Utama (IKU) untuk tahun 2026 sebagai bagian dari komitmen mewujudkan manajemen pemerintahan yang efektif, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada hasil, melalui Rapat Zoom, pada Selasa, 11 Agustus 2026
Dalam kesempatan itu, Koordinator Divisi Humas dan Datin Bawaslu Jatim, Dwi Endah Prasetyowati mematangkan delapan Indikator Kinerja Utama yang tersebar dalam dua sasaran strategis besar.
"Sasaran strategis pertama berupa penguatan program dan strategi pengawasan pemilu partisipatif serta pemangku kepentingan yang kolaboratif dan implementatif," ungkapnya
Sasaran ini diukur oleh tiga indikator. Yakni persentase MoU yang ditindaklanjuti dengan pers media lokal, ditargetkan mencapai 70 persen. Jumlah MoU dengan pers media lokal ditargetkan sebanyak 3 MoU dan jumlah inovasi engagement publik berbasis digital, seperti podcast, microlearning, dan media sosial, ditargetkan sebanyak 3 inovasi.
Sementara itu, sasaran strategis kedua, menurut Endah adalah penguatan kinerja birokrasi pengawas pemilu yang andal dan akuntabel dalam menunjang pengawasan pemilu dan pelayanan publik berkualitas.
"Indikatornya adalah persentase tingkat kebaruan data dan informasi dibanding tahun sebelumnya, ditargetkan 90 persen. Persentase permohonan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) yang ditindaklanjuti, ditargetkan 100 persen. Persentase pemenuhan standar keamanan informasi, mencakup aspek cyber-security dan cyber-maturity, ditargetkan 85 persen," pungkasnya
Dengan matangnya IKU ini, Divisi Humas dan Datin Bawaslu Jatim diharapkan dapat menjalankan fungsi kehumasan dan pengelolaan data secara lebih terukur, transparan, dan berdampak nyata bagi penguatan pengawasan pemilu partisipatif di Jawa Timur sepanjang tahun 2026
Penulis: Acik