Anggota Bawaslu Republik Indonesia, Totok Hariyono mengingatkan pengawas pemilu se-Jatim untuk melakukan pengawasan secara detail dan menyeluruh. Karena menurutnya, setiap jejak administrasi pengawasan Bawaslu akan berguna sebagai pemberi keterangan dalam Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi.

Hal ini ia sampaikan dalam Rapat Koordinasi Persiapan Pemberian Keterangan dalam Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Bawaslu se-Jawa Timur, Senin (15/01/2024) di Sidoarjo.

”Setiap hasil pengawasan kita harus jelas administrasinya. Jangan sampai ada perkara yang lepas. Apalagi yang sudah masuk dan ramai di media sosial. Foldering itu perlu. Kalau ada laporan maka mana yang diregister dan tidak diregister. Yang ditindaklanjuti dan tidak yang mana harus mulai difoldering sejak sekarang. Seluruh tahapan harus ada. Baik itu logistik, data pemilih maupun kampanye,” ungkapnya

Totok mendorong Pengawas Pemilu se-Jatim bekerja keras dan maksimal dalam mengawasi setiap tahapan Pemilu.

”Saya menyandarkan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) kepada Kabupaten/Kota. Harapan saya pada kawan-kawan semua. Jangan pernah abai setiap ada pelanggaran norma. Kawan-kawan harus bekerja keras. Terutama nanti dalam memberikan keterangan di MK,” imbuhnya

Dalam kesempatan itu, Totok juga berharap konektivitas antar divisi di Bawaslu dalam memperkuat posisi Bawaslu sebagai pemberi keterangan dalam PHPU.

”Divisi hukum sebagai lentera dari divisi lainnya. Koneksi antar divisi ini penting. Divisi Datin yang punya datanya. Muara akhirnya nanti adalah divisi hukum untuk memberikan keterangan PHPU di MK,” pungkasnya

Sebagai informasi, Rapat Koordinasi tersebut dilakukan selama 3 hari. Dari tanggal 15-17 Januari 2024 di Sidoarjo. Terundang dalam rapat adalah Koordinator Divisi Hukum Bawaslu 38 Kabupaten/Kota se-Jawa Timur beserta staf

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Skip to content
Warning: Missing arginfo for clos_ssa_test() in Unknown on line 0