Penanggungjawab Tim Fasilitasi Pengawasan Logistik Bawaslu Provinsi Jawa Timur, Nur Elya Anggraini, meminta agar Bawaslu Kabupaten/Kota lebih fokus saat pengawasan sortir dan lipat surat suara. Sebab, saat pengawasan langsung di pabrik pencetakan surat suara DPD dan Pilpres di Klaten, Jawa Tengah, surat suara yang dikirim oleh pabrik ke KPU Kabupaten/Kota sudah dalam posisi terlipat.

Hal itu disampaikan Ely, sapaan karib Nur Elya Anggraini, mengingat jika surat suara yang diterima oleh KPU Kabupaten/Kota sudah dalam posisi terlipat, surat suara tersebut bisa dianggap telah memenuhi syarat untuk dimasukkan ke kotak suara.

Padahal, sebelum masuk ke kotak suara untuk kemudian dikirim ke kecamatan sampai ke TPS nanti, surat suara harus terlebih dahulu dipastikan tepat jumlah, tepat kualitas, tepat sasaran.

“Jadi, sebelum masuk kotak suara, kita mesti pastikan dulu bahwa surat suara itu memenuhi syarat. Tidak rusak, tidak tercoblos, tidak sobek. Oleh karena itu, saat suara tiba di gudang KPU, petugas sortir lipat harus membuka ulang surat suara yang sudah dilipat oleh pabrik. Jika sudah memenuhi syarat dan melewati proses sortir, baru dilipat dan masuk kotak”, kata Ely.

Saat melakukan pengawasan langsung di pabrik Klaten bersama tim KPU Provinsi Jawa Timur, Ely memastikan seluruh surat suara yang dicetak telah sesuai dengan masternya. “Saat ini, pabrik terus mendistrubusikan surat suara itu sampai ke gudang KPU. Kami berharap, distribusi ini bisa tepat waktu”, ujarnya.

Sementara itu, Bawaslu Kabupaten/Kota di Jawa Timur, saat ini terus melakukan pengawasan, baik di pabrik, saat distribusi, saat tiba dan proses sortir lipat surat suara.

“Bawaslu Jawa Timur dan Kabupaten/Kota akan terus melakukan pengawasan untuk memastikan tahapan pengadaan dan distribusi logistik tersebut sesuai dengan peraturan perundang-undangan”, pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Skip to content
Warning: Missing arginfo for clos_ssa_test() in Unknown on line 0