Amanat Undang-undang Pemilu menyebutkan bahwa saksi peserta Pemilu dilatih oleh Bawaslu. Untuk itu, Bawaslu Jatim melakukan Penguatan Kapasitas dan Manajemen Pengetahuan Saksi Peserta Pemilu, pada Senin (18/12/2023) di Surabaya.

Anggota Bawaslu Jatim, Dewita Hayu Shinta mengungkapkan bahwa pihaknya akan menggunakan tiga metode dalam memperkuat kapasitas saksi.

”Antara lain dengan mengundang dan menfasilitasi pelatihan saksi langsung, lalu kami juga akan memakai metode daring, dan yang ketiga dengan menyebarkan buku saku yang nantinya dilengkapi dengan video yang mudah-mudahan bisa memudahkan saksi,” jelasnya

Alumni Universitas Brawijaya Malang tersebut mengungkapkan bahwa pekerjaan dalam melatih saksi merupakan pekerjaan besar bagi Bawaslu.

”Ada 120.666 TPS se-Jawa Timur. Ini dikali 18 jumlah partai politik, lalu dikali 13 saksi Dewan Perwakilan Daerah (DPD), lalu saksi presiden dan wakil presiden,” jelasnya

Mantan Anggota KPU Jatim ini berharap bahwa pelatihan saksi yang hendak dijalankan bisa berjalan maksimal.

”Semoga ada pemahaman yang utuh bagi saksi peserta Pemilu. Untuk tahun ini kami memang sifatnya umum. Nanti bulan depan pada Januari akan menghadirkan saksi. Kami mohon dukungan dari partai politik, saksi DPD dan Capres dan Cawapres agar pelatihan saksi bisa berjalan,” pungkasnya

Sebagai informasi, hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Bawaslu Jatim, 18 Partai Politik, 13 Tim dari DPD, Tim Kampanye Capres dan Cawapres, serta dari pemantau pemilu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Skip to content
Warning: Missing arginfo for clos_ssa_test() in Unknown on line 0