Selamat Datang di BAWASLU - PROVINSI JATIM   Click to listen highlighted text! Selamat Datang di BAWASLU - PROVINSI JATIM

Pemilu yang aksesibel perlu diwujudkan bersama. Keterlibatan penyandang disabilitas dalam pendidikan politik menjadi jalan terang bagi perbaikan proses pemilu. Untuk itulah, Anggota Bawaslu Jatim, Totok Hariyono mengapresiasi kehadiran peserta dari penyandang disabilitas yang ikut dalam Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP). Hal ini ia sampaikan saat penutupan SKPP di Pasuruan, Kamis (9/09).

“Terima kasih kepada seluruh peserta khususnya Mas Deni yang merupakan peserta dari penyandang disabilitas. Masukan dari Mas Deni akan kami tindak lanjuti dengan baik. Bangga kepada Mas Deni. Saya sangat hormat,” tuturnya.

Totok menuturkan bahwa tugas Bawaslu bukan hanya menurunkan baliho, tetapi jauh hari melakukan pencegahan.

“SKPP ini media strategis Bawaslu untuk mendampingi dalam proses bernegara. Pengawas pemilu tidak hanya mencabuti baliho atau poster, akan tetapi memberikan pencegahan sejak dini melalui pengetahuan. Hal ini dilaksanakan dalam rangka untuk mendapatkan pemimpin yang berintegritas,” jelasnya.

Untuk itulah, Totok berharap peserta SKPP bisa menularkan pengetahuan yang dimiliki pada masyarakat lain.

“Sekecil apapun mari kita turut menyebarkan pendidikan pengawasan di lingkungan kita masing-masing,” jelasnya.

Totok mengajak peserta SKPP untuk bersama mewujudkan pemilu yang jujur dan adil.

“Yang kita sadari bahwa Bawaslu hadir atas reformasi. Sebagaimana kita ketahui proses politik pada masa orde baru sangat otoriter. Melalui reformasi mari menciptakan pemilu yang jujur dan adil,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Font Resize
Click to listen highlighted text!