Selamat Datang di BAWASLU - PROVINSI JATIM   Click to listen highlighted text! Selamat Datang di BAWASLU - PROVINSI JATIM

Politik uang memang musuh yang nyata dalam pilkada 2020. Perempuan rentan menjadi sasaran dari bujuk rayu dengan imbalan materi. Untuk mencegah itu, Bawaslu Jember mengajak kelompok perempuan untuk tolak dan lawan politik uang, pada Jumat kemarin (09/10).

Koordinator Divisi Hukum, Hubungan Masyarakat dan Data Informasi Bawaslu Jember, Devi Aulia Rohim mengungkapkan bahwa sosialisasi dan sekaligus deklarasi tolak politik uang sebagai langkah awal membentuk simpul-simpul di masyarakat untuk bergerak bersama.

“Kami melibatkan organisasi perempuan, kepemudaan, ibu rumah tangga, nelayan perempuan, buruh tani perempuan, dan perwakilan pedagang perempuan untuk tolak politik uang,” terang Devi.

Menariknya dalam sosialisasi dan deklarasi tersebut, menurut Devi semua yang hadir mengenakan baju warna hitam.

“Simbol bahwa Bawaslu Jember bersama kelompok perempuan mempunyai niatan yang kuat untuk menolak dan melawan politik uang,” terangnya lagi

Lebih jauh, Alumni Universitas Jember tersebut menambahkan bahwa Bawaslu memang perlu berkolaborasi dengan masyarakat untuk menolak politik politik uang.

“Kolaborasi menjadi kunci meningkatkan partisipasi bersama masyarakat. Terutama kelompok perempuan,” jelas Devi.

Sementara itu, Koordinator Divisi Hubungan Masyarakat Bawaslu Jatim, Nur Elya Anggraini yang juga didapuk sebagai narasumber mengapresiasi sosialisasi dan deklarasi tersebut. Menurutnya tantangan politik uang di tengah pandemi semakin berat. Ia juga mengingatkan agar para pasangan calon pilkada tidak menggunakan politik uang saat ekonomi sedang sulit.

“Saya mengapresiasi acara ini. Deklarasi tolak politik uang dari kelompok perempuan. Kami ingatkan juga jangan sampai bantuan sosial (bansos) digunakan sebagai modus baru dalam politik uang,” tuturnya.

Sebagai informasi, kelompok perempuan yang dilibatkan dalam deklarasi, diantaranya Pusat Studi Gender Universitas Jember, Fatayat Jember, Muslimat Jember, IPPNU Jember, Fatayat Kencong, Muslimat Kencong, IPPNU Kencong, PD Aisiyah, Kopri PMII, Kohati, perwakilan disabilitas perempuan, jurnalis perempuan, nelayan perempuan, ojek perempuan sampai pembantu rumah tangga perempuan.

Sementara itu, isi deklarasi memuat tentang tolak dan lawan politik uang, mengajak perempuan lain untuk memilih pemimpin berdasakan program kerja, visi dan misi serta terlibat dalam pengawasan partisipatif untuk pilkada di Jember.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Font Resize
Click to listen highlighted text!