Selamat Datang di BAWASLU - PROVINSI JATIM   Click to listen highlighted text! Selamat Datang di BAWASLU - PROVINSI JATIM

Pengawasan partisipatif mulai tumbuh subur di Sampang. Sejak tanggal 7 Juli 2020, 21 alumni SKPP Sampang berhasil menggandeng komunitas lain dan menghadirkan ratusan orang dalam sekali pertemuan. Dalam sebulan, dua sampai tiga kali berjumpa. Menariknya, dibiyai dari sukarela. Mereka menjadi oase untuk demokrasi lokal. Bagaimana awal mula ceritanya? Berikut liputannya.

Selasa kemarin (06/10) adalah pertemuan kesekian kalinya yang berhasil digagas oleh alumni SKPP di Sampang. Dikemas dengan Ngopi (ngobrol pemilu) bareng dan Bawaslu Mendengar, Alumni SKPP mengadakan pertemuan di Kelurahan Karang Dhelem, Kecamatan Kota Sampang.

Mereka menggandeng komunitas Himpunan Mahasiswa Sampang Surabaya (HIMASA), Somahasa, Insan Muda Gerakan Mahasiswa Pemuda Sampang, Srikandi Pemuda Pancasila, Karang Taruna, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI). Hadir pula Koordinator Divisi Hubungan Masyarakat Bawaslu Jatim, Nur Elya Anggraini.

Ketua Bawaslu Sampang, Insiyatun menceritakan awal mula kegiatan SKPP berawal dari daring lewat Google Meet dengan Koordinator Divisi Hubungan Masyarakat Bawaslu Jatim, Nur Elya Anggraini selepas SKPP daring, pada 7 Juli 2020.

“Awalnya melakukan diskusi daring dengan Bu Ely. Setelah itu langsung kita action turun ke bawah. Alhamdulillah Bu Ely selalu mendampingi dari awal kegiatan daring sampai sekarang mengadakan Ngoppi bareng,” terangnya via Saluran Whatsap, Selasa (06/10)

Pasca pertemuan secara daring, alumni SKPP menurut juga sering berkumpul di Kantor Bawaslu Sampang. Lalu muncul gagasan dari alumni SKPP untuk bisa bersama masyarakat.

“Akhirnya kami melakukan terobosan, mendobrak sistem, meski tidak ada anggaran langsung membuat timeline untuk turun ke bawah,” jelasnya

Menurut Insyiatun, alumni SKPP yang mengundang komunitas. Pertemuan awal dilakukan di Desa Disanah Kecamatan Sreseh, Sampang.

“Jarak tempuh dari kota bisa sampai dua jam,” jelasnya.

Pada pertemuan itu, alumni SKPP berhasil mengajak Komunitas Penyambung Lidah Rakyat Rong Laok, Karang Taruna Desa Dhisanah, Rendis Comunity dan Masyarakat di desa Disanah Kecamatan Sreseh.

“Awalnya tidak menyangka mereka bisa menghadirkan ratusan orang dari yang rencananya hanya 40 orang,” tambahnya

Pertemuan menarik lainnya dalam cerita Insyiatun saat di Tambhelangan. Alumni SKPP berhasil mengajak Karang Taruna, Remaja Bungkak (REMBUK) Batorasang, dan Foot Ball Club Rempo Tambelangan.

“Sekarang sudah banyak komunitas yang menghubungi Bawaslu untuk disentuh. Sampai bingung mau menjadwalkan pertemuan dari banyaknya permintaan dari komunitas. Kami sampaikan dari awal, bahwa giat kami tidak ada anggarannya,” terangnya.

Memang dalam cerita Insyiatun, dari satu pertemuan ke pertemuan lain berasal dari biaya sendiri dengan suka rela dan seadanya. Namun, antusiasme itu terus tumbuh dan berkembang.

“Akhir bulan oktober ini, rencana akan mengadakan Ngopi Bareng dengan Fatayat. Pesertanya 400 orang,” terangnya lagi.

Apresiasi
Koordinator Divisi Hubungan Masyarakat dan sekaligus Mantan Kepala Sekolah SKPP Daring, Nur Elya Anggraini mengapresiasi terhadap gerakan SKPP Sampang.

“Aku seneng dan bangga, mereka bergerak secara sukarela. Nilai-nilai ke sukarelawanan betul-betul dipahami dan dijalankan. Menginisiasi banyak orang untuk peduli mengawasi,” terangnya via Whatsapp, Selasa malam (06/10).

Gerakan alumni SKPP di Sampang menurut Ely untuk membuka pikiran dan kesadaran seseorang tidak bisa dirasakan langsung hasilnya.

“Hasilnya tidak bisa dilihat sekarang. Apa yang kita tanam hari ini akan kita tuai. Mungkin tidak hanya di pemilu dan pilkada. Bisa pada momen pemilihan kepala desa,” jelasnya.

Bagi Ely, setiap orang yang paham pentingnya mengawasi transisi kepemimpinan akan memberikan kontribusi sekecil apapun pada perubahan di daerahnya masing-masing.

“Bisa dipakai di pemilu, pilkada atau di pemilihan kepala desa. Yang jelas, aku bangga dan senang dengan SKPP Sampang. Semoga menginspirasi daerah lain,” pungkasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Font Resize
Click to listen highlighted text!