Selamat Datang di BAWASLU - PROVINSI JATIM   Click to listen highlighted text! Selamat Datang di BAWASLU - PROVINSI JATIM

Lebih baik menyalakan lilin daripada mengutuk kegelapan. Memaki kondisi tak akan menyelesaikan pandemi. Kerja produktif adalah solusi.

Koordinator Divisi Hubungan Masyarakat, Nur Elya Anggraini membagi tips agar produktif saat pandemi. Menurutnya Bawaslu perlu melakukan kerja manual dan virtual. Hal ini ia ungkap saat mengisi Zoominar yang diselenggarakan oleh Bawaslu Kota Serang Banten, Rabu (14/10).

Kerja manual yang dimaksud srikandi pengawas pemilu Jatim ini adalah terus konsisten melakukan sosialisasi demi meningkatkan pengawasan partisipatif.

“Bawaslu ini tugasnya cukup berat. Bukan hanya mengajak masyarakat untuk datang ke tempat pemungutan suara. Tetapi memastikan partisipasi untuk mengawasi dan melaporkan pelanggaran,” jelasnya.

Medium yang bisa dilakukan cukup banyak. Mulai sosialisasi langsung terhadap kelompok masyarakat, kerjasama dengan sekolah untuk menarget pemilih pemula, sampai dengan mendorong alumni Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) untuk menularkan ilmu pengawasannya ke komunitas lain.

“Seperti yang terjadi di Sampang, Madura. Alumni SKPP mengadakan pertemuan dua sampai tiga kali setiap bulan mengajak komunitas lain berbagi ilmu pengawasan,” tutur Ely.

Selain kerja manual, Ely juga mengajak untuk produktif dengan kerja virtual.

“Situasi pandemi ini membuat percepatan agar kita melakukan kerja virtual,” jelasnya.

Dalam kerja virtual ini menurut Alumni Universitas Jember ini, kian banyak yang bisa dilakukan untuk meningkatkan produktivitas.

“Jadikan website, media sosial kita sebagai kantor. Masyarakat bisa berkunjung dengan mudah saat ingin tahu tentang Bawaslu,” jelasnya.

Untuk mengisi konten media sosial, Ely berbagi tips dan pengalaman Bawaslu Jatim.

“Kami kadang membuat giveaway dengan teka-teki, membagi podcast di IGTV. Hal sederhana yang bisa menarik minat masyarakat. Variasi itu penting dilakukan,” jelasnya

Ely berharap kerja sosialisasi secara konsisiten dilakukan oleh pengawas pemilu. Karena sebagai lembaga yang baru permanen untuk tingkat Kabupaten/Kota, Bawaslu dituntut untuk memberikan pengaruh dan perubahan yang siginifikan terhadap demokrasi di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Font Resize
Click to listen highlighted text!