Keamanan masyarakat menjadi tantangan tersendiri yang harus segera dicegah dan dideteksi sejak dini. Ketua Bawaslu Jawa Timur, Moh Amin saat didapuk sebagai pembicara dalam Operasi Mantap Praja Semeru 2020 yang diselenggarakan oleh Polda Jatim, senin siang (31/08) menuturkan tentang masih belum terjaminnya rasa aman pemilih terkait dengan pemilihan.

“Hukum tertinggi adalah keselamatan rakyat. Sementara yang kita hadapi adalah kondisi pilkada yang mengancam jiwa masyarakat. Hal ini perlu menjadi perhatian seluruh pihak di Jawa Timur,” terang Amin.

Tidak hanya ancaman keselamatan, Amin juga menuturkan bahwa tantangan lainnya adalah penyalahgunaan wewenang oleh petahana.

“Besarnya potensi penyalahgunaan kewenangan oleh petahana sulit dibendung dan sulit dibedakan antara pemberian bantuan sosial terkait covid-19 atau telah terjadinya pelanggaran pemilihan,” tambah Amin.

Dihadapan Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Jawa Timur, Amin secara tegas menyampaikan, tentang pentingnya netralitas ASN, dan TNI/Polri.

“Kami memiliki kewenangan untuk mengawasi netralitas ASN, dan TNI/Polri sehingga kami berharap bahwa TNI/Polri terus netral dalam pilkada 2020,” tambah Amin

Pada sisi lainnya, Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur, Irjen Pol. Dr. M Fadil Imran, M.Si sebagaimana yang dilansir oleh situs resmi humas.polri.go.id mengaku pilkada 2020 tantangannya kompleks. Di samping harus ekstra keras dalam penanganan Covid-19, juga dihadapkan untuk mengamankan pilkada.

“Oleh karena itu, dibutuhkan integritas yang tinggi. Polda Jatim siap melakukan pengamanan. Kami siap data, siap anggaran, dan siap personel. Mari kita junjung tinggi netralitas dalam pilkada dan laksanakan tugas sebaik mungkin,” tuturnya.

Pria yang biasa dipanggil Fadil tersebut juga memberikan arahan kepada Kapolres se-Jawa Timur untuk mempelajari situasi karawanan yang ada.

“Bagi daerah yang banyak terkonfirmasi positif Covid-19, maka selalu koordinasi dengan kampung tangguh untuk menyelesaikan masalah di tingkat bawah,” pungkas Fadil.

Hadir dalam pertemuan tersebut, Gubnernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawasan, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Widodo Iriyansyah, Ketua KPU Jatim Chairul Anam, Kajati Jatim Moh Dofir, Wakapolda Jatim Brigjen Pol Drs Slamet Hadi Supraptoyo, Danlantamal V Surabaya, Perwakilan DPRD Jatim, Danrem 084 Bhaskara Jatim, 19 Kapolres dari yang selenggarakan pilkada di Jawa Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Font Resize